Gidot Pastikan Bangun SDN 17 Ledo Tahun 2019

Jadi memang namanya darurat, paling penting kita memastikan proses belajar mengajar bisa berjalan, itu dulu lebih penting

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot menari bersama para tamu undangan 

Gidot Pastikan Bangun SDN 17 Ledo Tahun 2019

BENGKAYANG– Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot memastikan untuk pembangunan SDN 17 Ledo Bengkayang dianggarkan tahun 2019 ini. 

Suryadman Gidot  pun menargetkan untuk disemester 2 para murid tidak lagi melakukan proses belajar mengajar di Balai Desa.

Sebelumnya, ditegaskan Gidot, jika karhutla yang melanda hingga sekolah bukan karena perusahaan, namun masyarakat yang membuka ladang dan sudah diamankan oleh pihak Kepolisian.

"Waktu itu saya kasi arahan, disitu ada balai desa, jikapun hanya beberapa orang bisa menggunakan ruang kecil untuk konsentrasi, yang pasti proses belajar mengajar harus berjalan walau kondisi apapun, daripada kemudian tidak bersekolah," kata Suryadman Gidot, Selasa (27/08/2019) kepada Tribun.

"Jadi memang namanya darurat, paling penting kita memastikan proses belajar mengajar bisa berjalan, itu dulu lebih penting. Masalah campur baur bagaimana kepala sekolah mengatur proses belajar mengajar, kan juga baru kelas 1, kelas 2 dan kelas 3," tambah Suryadman Gidot.

Baca: Suryadman Gidot Pastikan Akan Dorong Kader di Pilkada Sekadau

Baca: Suryadman Gidot Tutup Festival Budaya Dayak 1 Kalbar

Diterangkannya, SDN 17 Sidai, Ledo hanya mempunyai 17 murid yang terdiri dari sembilan orang kelas 1, tiga orang kelas 2 dan lima orang kelas 3.

Sekolah ini, kata dia, awalnya dibangun untuk kondisional, karena SD induk berada jauh dari daerah tersebut, terlebih juga muridnya tidak sampai 30 orang.

"Kita bangun sekolah kecil disitu dengan harapan umur 6 tahun sudah bisa bersekolah, dibandingkan beberapa tahun baru bisa bersekolah, mana tau dari sekolah tersebut ada yang menjadi Bupati," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan setelah melakukan pengecekan dan karena memang emergency, bencana alam, jika tidak bertentangan dengan aturan akan di bangun dengan APBD untuk kebutuhan.

"Kalaupun misalnya belum bisa full, karena aturan juga tidak bisa kita tabrak, walaupun niat kita baik. Kita ingin pastikan ditahun 2019 minimal anak-anak paling tidak disemester kedua tidak lagi di gedung serbaguna. Kita pastikan akan dibangun tahun ini," tutup Suryadman Gidot. 

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved