Breaking News:

Polda Kalbar Tetapkan 52 Tersangka Karhutla, Satu Pimpinan Perusahaan Kena Periksa

Kapolda menerangkan dari 52 tersangka yang diamankan tersebut dari total 44 kasus, yakni sebanyak 43 kasus perorangan, dan satu kasus korporasi

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Didit Widodo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SEPTI DWISABRINA
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono dan Ketua Forum Komunikasi Kebakaran, Ateng Tanjaya, Rabu (24/07/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Pelaku pembakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat (Kalbar) kembali bertambah. Hingga kini Polda Kalbar telah menetapkan 52 orang tersangka.

Sedangkan jumlah kasus Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ditangani Polda Kalbar mencapai 44 kasus. Dari 52 orang yang sudah ditetapkan tersangka, satu di antaranya merupakan pimpinan perusahaan yang ada di Kabupaten Sanggau.

Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono menjelaskan, seorang tersangka Karhutla merupakan pemilik perusahaan yang saat ini sudah menjalani pemeriksaan di Mapolda Kalbar.

"Pemilik perusahaan tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena memenuhi unsur kesengajaan dalam membakar hutan dan lahan di wilayah konsensinya," kata Didi saat gelaran kasus di Mapolda Kalbar, Senin (26/8/2019) sore.

Dirinya tidak berkomentar banyak mengenai penanganan karhutla di Kalbar ini, hanya saja kata Didi, pihaknya akan menindak hukum terhadap para tersangka ini. Dengan ketentuan harus melalui penyelidikan dan penyidikan untuk memenuhi alat bukti.

"Jadi tidak bisa ujuk-ujuk begitu saja (dalam menetapkan tersangka). Dalam melakukan penyelidikan kita harus mengikuti hukum formalnya, nanti akan disidik," katanya.

Begitu juga mengenai sanksi yang akan diberikan kepada para tersangka ini, dia mengatakan akan sesuai dengan vonis dan keputusan hukum nantinya.

"Inikan ada sanksi ini-sanksi ini," tukas Irjen Pol Didi Haryono.

Kapolda menerangkan dari 52 tersangka yang diamankan tersebut dari total sebanyak 44 kasus, yakni sebanyak 43 kasus perorangan, dan satu kasus korporasi

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved