Pasang Listrik Gratis, PT PLN Data 2.164 Warga Miskin di Kalbar

Data sebaiknya tidak hanya berpatokan pada data PLN, tapi juga harus mempertimbangkan data data dari desa dan kelurahan.

Pasang Listrik Gratis, PT PLN Data 2.164 Warga Miskin di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rizki Fadriani
Desa Gayung Bersambut, Dusun Selakau Kecil yang akan menerima listrik PLN. (21/8/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anggita Putri

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - General Manager PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalbar, Agung Murdifi, mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pemadanan data guna pemasangan listrik gratis bagi 2.000 wartga miskin di Kalbar.

Berdasarkan basis data terpadu dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K ) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bahwa ada 25.966 rumah warga miskin dan tidak mampu yang ada di Kalbar.

Diakuinya, saat ini sudah terdata 2.164 rumah warga miskin dan tidak mampu. Sedangkan yang sudah siap disambung aliran listrik sekitar 836 rumah.

"Seluruh Unit Layanan kami saat ini terus melakukan pemadanan data, sehingga data yang kami sampaikan saat ini akan terus bertambah dan berubah dari waktu ke waktu ," ujarnya.

Baca: Pemprov Kalbar Gratiskan Pasang Listrik untuk 2.000 Warga Miskin

Baca: Kalbar Sukses Jadikan 86 Desa Mandiri, Midji: Ini Perjuangan Para Bupati

Baca: Pemerintah Kubu Raya Tangani Bocah Gizi Buruk, Ibu Ari Tak Menyangka Perhatian dari Bupati

Ia menegaskan bahwa upaya pemadanan data ini terus dilakukan untuk memastikan bahwa data yang diterima memang sesuai dengan kondisi riil dilapangan, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Mad Nawir menyambut gembira gagasan Gubernur Kalbar yang akan memberikan bantuan kepada 2.000 rumah bagi keluarga tidak mampu untuk pemasangan aliran listrik. Ia mengatakan hal ini sudah lama ditunggu tunggu masarakat Kalbar khusus nya masarakat di daerah kabupaten.

"Hanya yang perlu di perhatikan dan harus betul- betul diteliti adalah siapa yang paling berhak menerima itu,jangan sampai niat baik ini salah sasaran," tukasnya.

Ia mengatakan terkait data sebaiknya tidak hanya berpatokan pada data PLN, tapi juga harus mempertimbangkan data data yang ada dari desa dan kelurahan.

"Data orang miskin kita kan sudah punya,itu bisa dibuktikan dengan raskin dan lain-lain. Saya sependat dengan gubernur jangan sampai orang yang tak layak di bantu dapat bantuan, yang layak dibantu justru tak dapat bantuan. Karena lewat hal inilah dana bansos bisa di rasakan langsung oleh masarakat ," ujarnya.

Ia mengatakan alangkah baiknya bantuan ini jangan hanya di arahkan di kabupaten saja, tapi di Kota Pontianak juga harus di perhatian. Mengingat masih juga ada orang yang tidak mampu membayar biaya sambungan listrik.

"Itu juga harus kita perhatikan. Jumlah 2000 ini jumlah yang cukup besar. Kita harus betul -betul serius melaksanakan nya. Tapi jika didukung dengan data yang akurat saya yakin ini akan berjalan sebagaimana yang diharapkan ," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved