Kalbar Sukses Jadikan 86 Desa Mandiri, Midji: Ini Perjuangan Para Bupati

"Jangan bilang ini hasil perjuangan 'Si ini, Si itu’. Pak Suriansyah harus paham, Desa Mandiri itu sebenarnya perjuangan dari para bupati," tandasnya.

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, H.Sutarmidji 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anggita Putri

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Status desa maju dan mandiri berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tahun 2019 mengalami kenaikan drastis ketimbang hasil pendataan tahun-tahun sebelumnya, yang hanya dari 1 desa pada 2018 kini naik menjadi 86 desa pada tahun 2019.

Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji Kalbar mengatakan, semua itu tak lepas dari perjuangan bupati masing-masing daerah di Kalbar karena desa di bawah kordinasi provinsi.

"Jadi jangan bilang ini hasil perjuang ‘Si ini, Si itu’. Pak Suriansyah harus paham, Desa Mandiri itu sebenarnya perjuangan dari para bupati, karena desa ada di bawah kordinasi provinsi," tukas Gubernur H Sutarmidji merespon tanggapan anggota DPRD, Suriansyah, Senin (26/8/209).

Baca: Pemerintah Kubu Raya Tangani Bocah Gizi Buruk, Ibu Ari Tak Menyangka Perhatian dari Bupati

Baca: Bupati Erlina Gali Potensi Pajak di Kabupaten Mempawah, Coba Tingkatkan PAD

Sebelumnya Suryansah mengatakan jika kabar dari Kementrian Desa akan ada 86 Desa Mandiri di Kalbar. Jika hal tersbeut benar maka itu merupakan hasil kerja keras dari gubernur yang lama dan dilanjutkan dengan gubernur baru.

Midji menegaskan agar dewan harus paham akan Desa Mandiri yang memang program pemerintah saat ini. Pihak provinsi hanya membantu mana indikator yang kurang untuk segera dipenuhui. Jadi jangan menghilangkan peran utama dari bupati.

"Desa Mandiri itu yang paling berperan adalah bupati, maka harus dipelajari betul. Supaya jangan sampai kita bicara tapi kita tak ngerti. Itu bukan masalah perjuangan siapa. Saya sebagai gubernur karena program saya wajib mensukseskannya," tegasnya.

Ia menargetkan bahwa tahun depan harus ada 80 desa mandiri lagi, dan melihat terus desa mana lagi yang memungkinkan dari desa tertinggal menjadi desa berkembang.

"Semua ada indikator. Kerje dengan indikator dan data, Insya Allah akan sukses. Saya sampaikan dengan calon anggota dewan. Kerja dengan data dan aturan, insya Allah sukses semua," ujarnya.

Ia membenatkan akan ada 86 desa menjadi Desa Mandiri di Kalbar.

"Itu kita yang ajukan. Kita minta data dari kabupaten kemudian ada yang kurang indikatornya kita selesaikan. Misalnya tidak ada posyandu kita buat , tidak ada jalan desa kita buat dan sekarang sudah ada jalan semua. Makanya ketika indikator itu masuk kita yang ngajukan, dan saya yang Tanda tangan suratnya dan tahun depan akan di ajukan 80 desa lagi . Jadi setiap tahun harus diajukan, mana bisa itu dengan sendirinya," tukasnya.

Gubernur Sutarmidji juga membeberkan sejumlah hal yang menjadi penyebab minimnya desa mandiri di Provinsi Kalimantan Barat. Bagaimana tidak, dari 2.031 desa yang ada di Kalbar, hanya terdapat satu desa mandiri yakni Desa Sutera yang terletak di Kabupaten Kayong Utara.

Satu di antara penyebabnya yakni tenaga pendamping yang menurutnya tak sepenuhnya memahami konsep Desa Mandiri yang terdiri dari 52 indikator di dalamnya.

“Banyak tenaga pendamping yang tak paham apa itu desa mandiri. Apalagi memahami 52 indikator dari desa mandiri itu. Masa dari 2.031 desa di Kalbar hanya ada satu desa mandiri. Pendamping mungkin tak paham apa yang bisa dilakukan untuk mengisi indikator-indikator dalam desa mandiri sehingga desa yang didampinginya itu bisa menjadi desa mandiri,” ujarnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved