Pemprov Kalbar Gratiskan Pasang Listrik untuk 2.000 Warga Miskin

Saat ini 60 desa sudah masuk aliran listrik dari PLN dan ada beberapa yang sudah rampung dikerjakan dan akan ia resmikan.

Pemprov Kalbar Gratiskan Pasang Listrik untuk 2.000 Warga Miskin
TRIBUN FILE/ISTIMEWA
Petugas memeriksa jaringan listrik. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anggita Putri

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan pemasangan listrik gratis bagi 2.000 warga kurang mampu. Program itu dibiayai APBD agar seluruh daerah diterangi listrik hingga pelosok dusun.

Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengatakan bantuan untuk pemasangan listrik untuk 2.000 rumah ini dikhususnya bagi keluarga yang memang tidak mampu membayar biaya pemasangan dan akan dibantu pemprov sebesar Rp 750 ribu .

Saat ini 60 desa sudah masuk aliran listrik dari PLN dan ada beberapa yang sudah rampung dikerjakan dan akan ia resmikan.

"Cuma masalahnya ketika desa sudah masuk listrik, tapi masih banyak warga miskin di desa yang tak bisa pasang. Bayar mungkin mereka bisa, tapi pasang tak bisa karena perlu cash 750 ribu," kata Gubernur Kalbar saat menghadiri Pembekalan Caleg Terpilih hasil pemilu 2019 partai Nasdem Provinsi Kalbar periode 2019-2024, di Hotel Ibis Pontianak, Senin (26/8/2019).

Baca: Kalbar Sukses Jadikan 86 Desa Mandiri, Midji: Ini Perjuangan Para Bupati

Baca: Pemerintah Kubu Raya Tangani Bocah Gizi Buruk, Ibu Ari Tak Menyangka Perhatian dari Bupati

Ia mengatakan akan mengalihkan dana yang ada di APBD perubahan untuk membantu pemasangan listrik 2.000 per kepala keluara atau rumah.

"Untuk data masyarakat miskin, PLN yang langsung berikan ke saya mana keluarga yang tidak mampu. Setelah itu pemprov yang akan bayarkan melalui bantuan sosial untuk masyarakat miskin," ujarnya.

Ia tidak menginginkan ketidak sesuaikan data terjadi. Seperti pengajuan bantuan rehap rumah yang tidak sesuai saat diverifikasi datanya.

"Jadi tidak ada lagi cerite karena selama ini masukan data rumah tidak layak huni untuk masyarakat begitu diverifikasi di lapangan yang harusnya dapat bantuan, malah tak dapat. Yang tak dapat malah dapat, ini yang tidak boleh," tegasnya.

Ia berpesan dan meminta kepada pihak PLN untuk melihat dan mengecek kembali masyarakat mana yang mau pasang tapi tak punya dana. "Ada listrik tapi tak mampu pasang berartikan kita anggap dia tak mampu, ya udah kita pesankan," ucapnya.

Terkait dengan bantuan untuk pemasangan alitsn listrik untuk 2000 rumah ini diberikan langsung dari dana bansos.

"Karena untuk bantuan rumah tak layak huni tak tekejar tahun ini. Jadi kita alihkan sebagian untuk pemasangan listrik 2.000 rumah," ujarnya.

Ia mengatakan bantuan ini tersebar merata di seluruh daerah yang ada di Kalbar seperti yang masih banyak datanya di Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Kubu Raya, Sambas, Landak, Bengkayang, dan Sanggau .

"Tapi daerah yang paling banyak di Sintang .Tidak apa kita bantu , pokoknya sejauh ini sudah berjalan. PLN tinggal serahkan data masyarakat. Kita bayarkan untuk 1 rumah 750 ribu untuk pemasangan PLN. Syarat untuk medapatkan itu harus seperti syarat untuk memasang listrik," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved