Bupati Atbah Apresiasi Kehadiran Gegertani di Kabupaten Sambas

Oleh karenanya, ia menginginkan Gegertani di Sambas juga harus bisa berupaya untuk menciptakan pasarnya sendiri.

Bupati Atbah Apresiasi Kehadiran Gegertani di Kabupaten Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat menerima kunjungan petani binaan Gegertani Kabupaten Sambas, Senin (19/8/2019) malam di rumah Dinasnya. 

Bupati Atbah Apresiasi Kehadiran Gegertani di Kabupaten Sambas

SAMBAS - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, mengapresiasi kehadiran Generasi Penggerak Pertanian (Gegertani) di Kabupaten Sambas.

Menurutnya, Gegertani adalah wadah yang nantinya bisa menghimpun pemuda yang tertarik dengan bidang pertanahan. 

"Pertama saya ucapkan terimakasih atas silaturahmi ini. Dan juga bisa mendekatkan silaturahmi kita. Saya bangga karena anak muda di Sambas tertarik dengan Pertanian di Sambas. Bahkan di Jepang yang potensinya sangat bagus juga mereka (Anak muda-Red) tidak tertarik," katanya, Senin (19/8/2019) malam. 

"Jadi ini harus jadi pembelajaran bagi kita, bahwa pertanian adalah pekerjaan yang menjanjikan bagi kita. Dengan bertani kita bisa sejahtera," ungkapan. 

Ia menjelaskan, pertanian di Jepang menandingi salah satu pekerja yang menjanjikan bagi masyarakat. Karena petani disana mampu menciptakan pasarnya sendiri. 

Baca: Gegertani Sambas Siap Jajaki Kerjasama dengan Beberapa Pihak

Baca: Gegertani Silaturahmi ke Bupati Sambas, Sampaikan Progres Program

"Menarik buat saya, di Jepang mereka punya pasar sendiri. Dan petani yang menentukan harganya sendiri. Begitu juga dengan Gegertani harus bisa sama dengan Jepang," ungkapnya. 

Oleh karenanya, ia menginginkan Gegertani di Sambas juga harus bisa berupaya untuk menciptakan pasarnya sendiri. 

"Saya pikir, sekarang kita harus berpikir dengan institusi pertanian itu harus bergerak. Bukan hanya urus Pertanian, tapi juga dalam hal jual beli seperti sembako dan lain sebagainya," jelasnya. 

"Idenya adalah baik itu koperasi, Gapoktan dan lainnya itu harus mampu memotong mata rantai penjualan. Karena yang makmur sekarang itu tengkulak, itu yang harus bisa di potong untuk memberikan kesejahteraan masyarakat khususnya Pertanian," jelasnya. 

Ia berharap, nantinya Gegertani bisa memperpendek rentang kendali antara petani dengan pasar. Untuk itu, ia ingin Gegertani bisa menciptakan pasarnya sendiri untuk memasarkan produknya. 

Baca: Pemuda Binaan Gegertani Kelola 5 Hektare Lahan Tidur Jadi Produktif

Baca: Gegertani Apresiasi Dinas Pertanian Kabupaten Sambas Buat Demplot Padi Ringkak Jundung

"Dan Gegertani harus bisa menjadi Roll Model untuk yang lainnya memulai perubahan ini. Dan sudah saatnya kita mengembangkan itu. 
Jangan hanya kita pikir Ekspor Impor dulu, tapi kita juga harus bisa menguasai 19 Kecamatan di Sambas, lalu kuasai Singbebas baru kita Ekspor-Impor. Disinilah sesungguhnya yang ingin kita support, karena akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat," tegasnya. 

Tidak hanya itu, ia juga berharap Gegertani bisa membuat Desa Binaan yang bisa di fokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sambas. 

"Kedepan Gegertani harus ada Desa Binaan sebagai wujud kepedulian dan dampak kepada peningkatan kesejahteraan. Sehingga menjadi Roll Model bagi Desa-desa yang lain," tutupnya. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved