Pemuda Binaan Gegertani Kelola 5 Hektare Lahan Tidur Jadi Produktif

Saat ini beberapa Kelompok pemuda tani binaan Generasi penggerak pertanian (Gegertani) Kabupaten Sambas sudah terjun dalam dunia pertanian

Pemuda Binaan Gegertani Kelola 5 Hektare Lahan Tidur Jadi Produktif
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Prima dan beberapa warga lainnya, saat mengolah lahan kurang lebih lima hektare, untuk tanaman sayuran. (Istimewa) 

Pemuda Binaan Gegertani Kelola 5 Hektare Lahan Tidur Jadi Produktif

SAMBAS - Saat ini beberapa Kelompok pemuda tani binaan Generasi penggerak pertanian (Gegertani) Kabupaten Sambas sudah terjun dalam dunia pertanian.

Kelompok pemuda itu, mengelola lahan menjadi lahan yang produktif demi menambah pendapatan ekonomi yang lebih baik.

Hal tersebut di lakukan oleh kelompok pemuda tani dari Desa Puringan, Kecamatan Teluk Keramat.

Kelompok pemuda tani tersebut saat ini fokus bertanam sayur-sayuran.

Prima (23) pemuda Desa Puringan mengelola lima hektare tanah bersama anggota masyarakat lainnya.

Lahan yang di olahnya tersebut di tanam dengan jenis sayur-sayuran seperti sayur sawi putih, sawi keriting, sawi pokcoi, sawi bakso, sawi manis, sawi hijau, sawi kalam, bayam, lobak putih dan kangkung.

Baca: LIVE Indosiar Streaming Tira Persikabo Vs Bali United Shoppe Liga 1 18.30 WIB, Duel Menuju Puncak

Baca: TRIBUNWIKI: Daftar Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Batang Lupar

Baca: FOTO: Karnaval Persekolahan Maniamas Ngabang Memeriahkan HUT RI Ke 74

"Saat ini kami mengelola lahan lima hektare di tanami dengan berbagai jenis tanaman sayur-sayuran, seperti sawi putih, sawi keriting, sawi pakcoi, sawi bakso, sawi manis, sawi hijau, sawi kalam, bayam, lobak putih dan kangkung," ujarnya, Kamis (15/8/2019).

Prima yang juga anggota Gegertani itu menambahkan untuk pemasarannya, hasil dari tanaman itu 90% pembelinya dari Desa Puringan sendiri.

Serta sebagiannya di jual di pasar Sekura dan pasar Galing.

Kedepan, Prima berharap bisa mendapat bantuan bibit serta peralatan pertanian yang lebih baik.

"Selanjutnya untuk sistem pemasaran produk yang ada juga intervensinya dari Pemerintah Daerah untuk mencarikan solusi ketika harga anjlok," katanya.

"Dan di lahan yang kami kelola kami harap bisa di dukung dengan jalan yang memadai, karena kami bercita-cita tempat tersebut bisa di jadikan wisata agro sebagai promosi tanaman warga," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved