Dinkes Kota Pontianak Berikan Pelayanan Kesehatan bagi Siswa

Hal ini bertujuan untuk mengetahui jenis penyakit apa yang banyak diderita oleh siswa untuk kemudian ditindak lanjuti.

Dinkes Kota Pontianak Berikan Pelayanan Kesehatan bagi Siswa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKI FADRIANI
SMPN 1 Pontianak, Sekolah dengan Trias UKS 

Dinkes Kota Pontianak Berikan Pelayanan Kesehatan bagi Siswa

PONTIANAK - Dinkes dan sekolah bekerja sama untuk menjadikan para siswa terbebas dari penyakit melalui program pelayanan kesehatan pada siswa di sekolah.

Menurut Kabid Bina Kesehatan Masyarakat, drg Trisnawati MM, sebagai bentuk pelayanan kesehatan di sekolah, setiap puskesmas di Kota Pontianak secara rutin bergerak melakukan penjaringan pada anak-anak sekolah, mulai dari kelas 1,7, dan 10.

kemudian dianalisa kesehatannya oleh sekolah dan Puskesmas.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui jenis penyakit apa yang banyak diderita oleh siswa untuk kemudian ditindaklanjuti.

Baca: Program Book Travel by Garuda Indonesia, Perkenalkan Kota Pontianak

Baca: DLH Kota Pontianak Nyatakan Kualitas Udara Masuk Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Kenakan Masker

"Misalnya setelah melakukan penjaringan di suatu sekolah ditemukan banyak anak yang menderita sakit magh, nah kita analisa kenapa banyak yang sakit magh. Apakah mereka tidak sarapan, atau pola makannya tidak baik. Nah ini menjadi tugas yang ada di Dinkes melalui perpanjangan tangan yang ada di puskesmas," ungkapnya.

Pemeriksaan kesehatan di sekolah, minimal diadakan setahun sekali. Dan dari pemeriksaan setahun sekali tersebut diperolehlah data dan dianalisa, kemudian puskesmas akan memberikan laporan kepada kepala sekolah atau melalui pj UKS terkait dengan penyakit terbanyak yang ada di sekolah tersebut.

Baca: Wakil DPRD Kota Pontianak Nilai Penting Ketegasan Pemkot Tindak Pemain Layangan

Baca: UBSI Kampus Kota Pontianak Gelar Kegiatan Sertifikasi Zahir

Terkait dengan pelayanan kesehatan di sekolah, Dinkes menghimbau setiap sekolah harus menyediakan satu ruangan untuk dijadikan UKS, mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Dan Dinkes memberikan pelatihan kepada peserta didik untuk menjadi dokter kecil, dan pelatihan kelompok teman sebaya untuk kesehatan reproduksi. 

Pelayanan kesehatan di sekolah telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir, dan di tahun 2020 mendatang sesuai dengan standar pelayanan minimal.

Penjaringan tidak lagi terbatas pada anak kelas 1,7, dan 10, melainkan seluruh siswa mendapatkan pemeriksaan atau screening kesehatan anak sekolah, Rabu (7/8/2019). (Rizki Fadriani)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved