UBSI Kampus Kota Pontianak Gelar Kegiatan Sertifikasi Zahir

kalau aplikasi kita tinggal input transaksi dan lapirannya dihasilkan langsung oleh Aplikasi secara otomatis

UBSI Kampus Kota Pontianak Gelar Kegiatan Sertifikasi Zahir
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto bersama usai kegiatan sertifikasi Zahir yang diikuti oleh para mahasiswa semester 2 Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, Jumat (2/7/2019). 

UBSI Kampus Kota Pontianak Gelar Kegiatan Sertifikasi Zahir

PONTIANAK - UBSI Kampus Kota Pontianak menggelar kegiatan sertifikasi Zahir yang diikuti oleh para mahasiswa semester 2 Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, jumat (2/7/2019).

Pendamping Sertifikasi Zahir, Sri Murni mengatakan ini hari kedua sertifikasi Zahir dilakukan, sebelumnya sudah dilakukan sertifikasi MYOB .

Sertifikasi Zahir merupakan sertifikasi akuntansi. Ia mengatakan dilakukan kegiatan ini dengan harapan lulusan UBSI Kampus Kota Pontianak bisa menerapkan apa yang mereka dapatkan di bangku kuliah dan medapatkan sertifkasi dan ketika mereka bekerja mereka punya sertifikat kompetensi khususnya untuk pengaplikasian aplikasi Zahir dan MYOB.

Perbedaan Zahir dan MYOB adalah MYOB aplikasi akuntansi menggunakan bahasa Inggris , dan Zahir menggunakan bahasa Indonesia , tapi secara garis besar kedua aplikasi ini sama saja untuk menginput transaksi kedalam laporan keuangan.

Baca: UBSI Kampus Pontianak Berikan Sertifikasi Sebagai Perwujudan Pemahaman Mata Kuliah

Baca: Live Streaming Daud Yordan Vs Aekkawee Kaewmanee Tinju Dunia di TVOne Minggu 4 Agustus 2019

"Diadakan sertifikasi ini karena pada semester 2 mahasiswa sudah mendapatkan mata kuliah ini sehingga kalau diterapkan pada semester yang sama mereka tidak akan lupa," ujarnya.

Selain itu sertifikat ini juga bisa digunakan untuk melamar kerja khususnya dibidang akuntansi dan bisa menunjukan sertifkat keahlian untuk penerapaan aplikasi dibidang akuntansi.

"Biasa siswa hanya di ajarkan pengisian secara manual tapi pada saat menjadi mahasiswa khususnya di UBSI Pontianak akan diajarkan secara otomatis dan menggunakan apliakasi MYOB dan Zahir," jelasnya.

"Kalau manual kita hitung sendiri, kalau aplikasi kita tinggal input transaksi dan lapirannya dihasilkan langsung oleh Aplikasi secara otomatis," tambahnya.

Ia mengatakan kesulitan aplikasi zahir adalah mahasiswa sering lupa saat melakukan studi kasus dan kurang paham menganalisa transaksi tapi penggunaan aplikasinya sangat mudah .

Setelah kegiatan ini program lanjutnya pada tugas akhir adalah membuat implemetasi akutansi mahasiswa dan dibebaskan untuk memilih MYOB atau Zahir .

"Biasanya pada tugas akhir mahasiswa banyak menggunakan Aplikasi zahir karena mneggunakan bahasa Indonesia. Harapannya mahasiswa kita punya skill kemampuan, kompetensi dan didukung oleh sertifikat atau bukti," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved