Jarak Rumah Tak Sesuai dengan Sistem, Orang Tua Siswa Protes PPDB di Pontianak, Mengadu ke Dewan

"Saya minta supaya Ombudsman turun tanganlah, ini ada yang tidak beres dengan sistem seperti ini," tegasnya.

Jarak Rumah Tak Sesuai dengan Sistem, Orang Tua Siswa Protes PPDB di Pontianak, Mengadu ke Dewan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Herman Hofi 

Jarak Rumah Tak Sesuai dengan Sistem, Orang Tua Siswa Protes PPDB di Pontianak, Mengadu ke Dewan

PONTIANAK - Anggota DPRD Kota PontianakHerman Hofi mendapat banyak keluhan dari para orangtua  calon siswa di Pontianak terkait sistem penerimaan peserta didik baru dengan sistem zonasi yang diterapkan.

Menurut Herman Hofi pihak panitia penerimaan sangat tertutup dan penerimaan kacau balau.

Ia mendapatkan banyak keluhan dari orangtua dimana rumahnya secara tata letak tidak jauh atau kisaran 700-800 meter, namun saat masuk diaplikasi zonasi jarak tersebut  malah mejadi dua kilometer lebih.

"Inikan tidak masuk akal, janganlah seperti itu. Kalau mau terbuka itu mari gunakan GPS dan bisa akurat mendeteksi jaraknya,"  ucap Herman Hofi Munawar, Senin (24/6/2019).

Baca: Ikut PPDB, Beberapa Siswa Khawatir Tak Lulus di Sekolah Pilihan

Baca: Tahap Pertama PPDB Tak Pakai Nomor Antrean, Orang Tua Siswa Terpaksa Berdesakan

Tapi ditegaskannya panitia seolah tertutup dan  sudah mempunyai sistem tersendiri.

Ini menurutnya tidak benar, akibatnya tidak sedikit orang-orang yang dekat rumah malah tertolak dan mereka yang jauh malah diterima.

"Saya minta supaya Ombudsman turun tanganlah, ini ada yang tidak beres dengan sistem seperti ini," tegasnya.

Sementara untuk yang SMP sewaktu rapat bersama DPRD Kota Pontianak disampaikannya mereka menghitungnya manual jalan kaki. Sehingga lebih mudah mendeteksi jaraknya.

Baca: Orang Tua Siswa Sayangkan Nilai Tidak Jadi Prioritas Utama di PPDB Tahun ini

Baca: Antusiasme PPDB Tahun 2019 di Pontianak, Orang Tua Siswa Rela Mengantre Sejak Dini Hari

Namun saat PPDB SMA, ada orangtua bertanya namun pihak panitia malah menjawab sistem mereka dalam menerapkan zonasi sudah baku.

Hal itu menurutnya banyak orangtua memprotes PPDB dan mengadu. Apalagi padahal rumah mereka dekat tapi menjadi jauh dalam sistem.

"Saya pikir kalau masyarakat marah wajar, sistem amburadul seperti ini. Saya kasarnya kalau tidak beres seperti ini, ikutlah membawa orangtua demo nanti memprotesnya," tegas Herman.

Ia mengharapkan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar  untuk turun langsung melihat sistem yang amburadul dan merugikan masyarakat Pontianak.

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved