Risa Nofiani Lolos Seleksi Interview Satu-satunya Wakili Kalbar di Acara Hibah Bergengsi
Risa Nofiani termasuk yang lolos seleksi interview dan menjadi satu-satunya perwakilan dari Kalbar.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
Tak hanya itu ia juga ingin memotivasi teman-teman, dosen atau mahasiswa untuk mengikuti memanfaatkan program ini yang sangat bagus untuk membuka wawasan dan apalagi kalau ingin mencapai World Class University. Jadi harus open minded.
Ia berpesan bagi dosen yang ingin mengikuti program ini dapat mengisis aplikasi seperti yang ada diwebsite AMINEF (https://www.aminef.or.id/grants-for-indonesians/fulbright-programs/grants-indonesian-lecturers/fvsp/).
Hibah ni akan ditutup setiap tanggal 1 November.
Ia berpesan juga untuk mahasiswa agan meningkatkan budaya membaca yang masih jauh dari negara-negara maju.Pada mahasiswa sendiri itu memang kelemahannya adalah membaca jadi membaca itu harus ditingkatkan.
Kemudian bahasa-bahasa seperti Bahasa Inggris harus ditingkatkan, karena tidak mungkin menutupi hanya dengan bahasa Indonesia untuk berkompetisi dengan negara-negara luar.
Kemampuan berbahasa Inggris juga harus ditingkatkan agar dapat mengikuti kompetisi hibah yang banyak disediakan oleh negara luar. Tentunya dengan pandai berbahasa Inggris sudah menjadi modal dalam melamar pekerjaan.
"Iya paling tidak harus membaca lah jangan hanya sekarang itu misalnya chatting atau membuang waktu begitu saja, jangan sampai seperti itu,"ujar
Dosen Kimia yang sudah mengajar sejak tahun dari 2003.
dirinya adalah kelahiran Tanjung Batu, Kepulauan RIau tetapi besarnya di Pekanbaru kerja di Pontianak, dari 2003 sampai sekarang. Ia adalah Alumni S1 di Universitas Riau, S2 di Institut Teknologi Bandung, dan S3 di University of Bristol, Inggris. (Anggita Putri)