Risa Nofiani Lolos Seleksi Interview Satu-satunya Wakili Kalbar di Acara Hibah Bergengsi
Risa Nofiani termasuk yang lolos seleksi interview dan menjadi satu-satunya perwakilan dari Kalbar.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
Pada acara tersebut Fullbrigter di beri wawasan tentang budaya, food security (Ketahanan Pangan), Lingkungan dan Energi di AMERIKA.
Pengenalan budaya Amerika dilakukan dengan cara berkunjung ke keluarga Amerika. Untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi masyarakan Amerika yang tidak mampu.
Pemerintah menyediakan “Bank Makanan” (FOOD BANK). Beberapa donator dapat menyumbang makanan ke Bank tersebut. Para petani dapat juga menyetor hasil pertanian ke Bank tersebut seperti buah yang ukuranya tidak standar untuk ukuran dipasaran misalnya berhubungan ukuran yang besar atau terlalu kecil.
Beberapa makanan kaleng yang mengalami kesalahan produksi oleh pabrik tetapi masih memenuhi standar kesehatan dapat disimpan di Food tersebut.
Masyarakat kurang mampu dapat membeli dengan harga murah ke Bank tersebut dan pada kondisi tertentu masyarakat dapat juga mendapatkan barang tersebut tanpa harus membeli. Food Bak juga memberikan pelatikan memasak makanan pada masyarakat kurang mampu.
Setelah pelatihan selesai, masyarakat dibekali dengan alat masak dari Bank Makanan.
"Setelah budaya kita juga dipersiapkan untuk isu global adalah energi kemudian food security, makanan, air itu gimana kondisi global dunia sekarang dan lingkungan juga. Jadi kita belajar semuanya tentang energi di Amerika itu apa aja mereka yang fokusnya. Kemudian security nya tuh gimana mereka menghandle agar semua orang itu bisa makan senang kalau nggak bisa makan itu gimana jadi ada seperti puteng gitu," ujarnya.
Ia mengatakan selama di Amerika ia mengikuti riset 5 bulan, ikut kegiatan kemudian pergi ke masyarakat Amerika lihat gimana gaya hidupnya kemudian diskusi.
Bentuk kegiatan ini dibiayai oleh Fullbright tapi dikoordinir oleh Aminef yang menghandle organisasinya.
"Riset yang saya lakukan disini adalah mencari senyawa antibiotika, yang kita lakukan dengan cara penambangan genom secara konvensional kita isolasi senyawa nya kemudian kita lihat juga bagaimana bakteri itu melakukan Biosintesis untuk menghasilkan senyawa antibiotik tersebut," ujarnya.
Selain kegiatan riset yang dilakukan, sebuah artikel review denga judul “3-Ketoacyl-ACP synthase (KAS) III homologues and
their roles in natural product biosynthesis” telah dipublikasikan pada jurnal bereputasi internasional MedCHemComm. Tentunya melalui publikasi ini telah membawa nama Universitas Tanjungpura ke kancah dunia .
Hasil setelah melakukan riset dan sudah dapat hasilnya tinggal dianalisis, dan ada publikasi kalau publikas ada nama Untan sendiri kemudian ada nama konter Park dirinya di Amerika.
Jadi ada publikasi internasional yang lebih bagus, dan ia juga sudah mengeluarkan publikasi dari hasi ini dibuat review dan sudah diterima dan reseptif Jadi mungkin ada 2 hasilnya.
Melalui worshop ia mempunyai tujuan ingin memperkuat riset yang ada di Pontianak dengan cara dengan adanya diseminasi ini bisa berkolaborasi saling percaya dan mempercayai.
Kemudian memberikan wawasan dsn pengetahuan juga perkembangan di dunia itu bagaimana sekarang dan kondisi negara sekarang.