Penghargaan Bagi Mohammad Natsir, MUI Usulkan 3 April Jadi Hari NKRI, Siapa Mohammad Natsir?

Semasa hidupnya, Mohammad Natsir dikenal sebagai seorang ulama, politisi dan pejuang kemerdekaan Indonesia.

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jimmi Abraham
ISTIMEWA/net
Pahlawan nasional Indonesia Mohammad Natsir 

Sebelum pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan SMA, Natsir hidup dan besar di Solok. 

Natsir aktif mempelajari ilmu Islam secara luas di perguruan tinggi.

Baca: Tahanan Meninggal Dunia, Kapolsek Marau Bantah Ada Pembayaran Denda Adat

Baca: Donald Trump Teken Pengakuan Pencaplokan Golan oleh Israel, Liga Arab Kecam Keras Amerika Serikat

Baca: Hari Perdana, Sebanyak 41 SMA dan 3372 di Sintang Ikuti Pelaksanaan UNBK

Pada pertengahan 1930-an, ia terjun ke dunia politik dengan bergabung di partai politik berideologi Islam.

Natsir banyak menulis tentang pemikiran Islam. Ia aktif menulis di majalah-majalah Islam setelah karya tulis pertamanya diterbitkan pada tahun 1929.

Hingga akhir hayatnya ia telah menulis sekitar 45 buku dan ratusan karya tulis lain.

Ia memandang Islam sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia.

Natsir banyak bergaul dengan pemikir-pemikir Islam, seperti Agus Salim.

Selama pertengahan 1930-an, ia dan Salim terus bertukar pikiran tentang hubungan Islam dan negara demi masa depan pemerintahan Indonesia yang dipimpin Soekarno.

Pada tahun 1938, Natsir bergabung dengan Partai Islam Indonesia dan diangkat sebagai pimpinan untuk cabang Bandung dari tahun 1940 sampai 1942.

Ia juga bekerja sebagai Kepala Biro Pendidikan Bandung sampai tahun 1945. Selama pendudukan Jepang, ia bergabung dengan Majelis Islam A'la Indonesia yang kemudian berubah menjadi Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi.

Mohammad Natsir diangkat sebagai salah satu ketua dari tahun 1945 sampai ketika Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia dibubarkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960.

Baca: Momen April Mop! Google Rilis Software Pendeteksi dan Pembersih Noda di Layar Ponsel ?

Baca: Tanggapi Soal Video Rizieq Shihab, Jubir Menlu Arrmanatha Nasir: Pernyataan RS Itu Fitnah

Baca: Jadwal Liga Inggris Malam Ini, Ada Arsenal, Manchester City Kudeta Liverpool dari Puncak Klasemen

Suka Menulis

Selama menjalani pendidikannya di AMS, Natsir telah terlibat dalam dunia jurnalistik.

Pada 1929, dua artikel yang ditulisnya dimuat dalam majalah Algemeen Indische Dagblad, yaitu berjudul Qur'an en Evangelie (Al-Quran dan Injil) dan Muhammad als Profeet (Muhammad sebagai Nabi).

Kemudian, ia bersama tokoh Islam lainnya mendirikan surat kabar Pembela Islam yang terbit dari tahun 1929 sampai 1935.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved