Pilpres 2019

Besok Pagi Pukul 07.30 WIB, Puluhan Ribu Massa Siap Sambut Sandiaga Uno Kampanye di GOR Pangsuma

Sementara itu, target massa yang terlibat diperkirakan mencapai 50.000 orang.

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jimmi Abraham
Istimewa
Sandiaga Salahuddin Uno dijadwalkan gelar kampanye nasional di GOR Pangsuma Pontianak, Jalan Ahmad Yani 1 Pontianak, Selasa (02/04/2019) mulai pukul 07.30 WIB. 

Bakal Cawapres RI, Sandiaga Salahuddin Uno melirik potensi ekonomi dan jenis usaha yang ada di Kalbar.

Menurutnya, jenis usaha yang paling gampang sekarang booming ialah kuliner, ada fashion, ekonomi kreatif dan berbasis pariwisata.

 

"Kita lihat bagaimana warisan budaya kita, Istana Sultan Pontianak jika dikemas dengan baik, akan menjadi tarik wisata dan dipadukan dengan wisata sungai, menurut saya itu yang akan membangun seperti Bangkok, ada kemungkinan untuk kuliner juga berkembang, saya sempat ke Pasar Tengah yang disebut sebagai Pasar Pusat Perbelanjaan Kapuas Tengah itu banyak keluhan dari masyarakat bahan pokok yang naik, komoditas turun tapi daya beli masih ada, jadi ini isinya kesempatan anak muda untuk berwirausaha dan buka lapangan kerja sebesar-besarnya," ungkapnya, Rabu (19/09/2018) kemarin.

Sandi pun menilai, guna meningkat Ekonomi di Kalbar bisa dilakukan dengan membangun industri untuk komoditas yang ada.

"Di Kalbar yang kita soroti punya potensi, namun industrinya belum terbangun. Jadi satu diantara alasan kenapa harga komoditas turun seperti karet, sawit karena belum bisa menghasilkan produk turunan, seperti sawit dan karet tetap bisa diandalkan, kita harus melakukan reorientasi agar dapat meningkatkan dalam membuka lapangan kerja," tuturnya. 

Terkesan Kota Pontianak

Balon Wakil Presiden Nomor Urut 2, Sandiaga Sholahuddin Uno, menuliskan kesan-kesannya tentang Kota Pontianak.

Pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019 itu, sebelumnya memang mengunjungi Pontianak bertemu dengan para pendukungnya.

Termasuk menularkan spirit wirausaha kepada generasi millenials.

Sandiaga Uno juga menghadiri serangkaian kegiatan yang digelar Kesultanan Pontianak.

Terkait dengan kunjungannya tersebut, Sandi yang memutuskan berhenti dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, memuat cuitan di akun Twitter miliknya, @sandiuno.

Rupanya saat mengunjungi Pasar Tengah Pontianak, ia mendapat kejutan dari seorang warga.

“Kemarin saat di Dermaga Pasar Tengah Pontianak, ada seorang warga menemui saya yang bernama Mas Aan dengan memberikan selembar uang 100 ribu,” tulis Sandi.

Ia juga menyertakan video tentang pemberian uang tersebut.

Dalam video itu, warga yang disebut sebagai Mas Aan, dan sejumlah warga lainnya berharap tentang lapangan pekerjaan yang lebih baik kepada Sandi.

Sandi juga mengatakan, uang tersebut akan diberikan kembali kepada mereka yang membutuhkan.

“Uang ini menurut Mas Aan merupakan simbol partisipasi dan amanat dari rakyat terhadap permasalahan ekonomi saat ini. Beliau menitipkan pesan agar harga-harga bahan pokok ke depannya dapat stabil dan lapangan pekerjaan dapat tercipta,” tulis Sandi.

Sandi juga mengunggah foto-foto dirinya sedang bersama warga saat mengunjungi Pasar Tengah dan Pasar Kapuas Besar Pontianak.

“Di Pasar Besar Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat, saya berdialog dengan para pedagang pasar yang sedang berjualan,” tulisnya.

“Setiap kali saya mengunjungi pasar di daerah-daerah, keluhan mereka sama yaitu harga sembako terus meroket sedangkan daya beli masyarakat menurun,” tulis Sandi lagi.

Ia pun menegaskan, biaya hidup yang lebih terjangkau untuk rakyat menjadi konsentrasinya bersama Calon Presiden Prabowo Subianto.

“Ini merupakan cita-cita saya dan Pak @prabowo untuk masyarakat Indonesia, bagaimana seluruh masyarakat berhak untuk merasakan adanya biaya hidup yang lebih terjangkau, stabil, serta tersedia banyak lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia,” tulisnya.

“Daya beli masyarakat yang dikeluhkan para pedagang ini harus bisa diantisipasi dengan peningkatan kesejahteraan melalui penciptaan lapangan kerja dan pengentasan pengangguran,” tulis Sandi lagi.

Tidak hanya menyoroti persoalan ekonomi kerakyatan, rupanya Sandi juga melihat peluang di sekitar Sungai Kapuas, yang menjadi sungai terpanjang.

“Sungai Kapuas yang saya lewati dinilai sangat berpotensi sebagai tempat wisata ke depan, bila sudah terbangun tempat-tempat pariwisata di sana dan dikembangkan InsyaAllah lapangan kerja akan lebih banyak tercipta bagi masyarakat di Pontianak,” tulisnya.

Sandi memang sempat menjajal Sungai Kapuas saat hendak menunu Keraton Kadriah Kesultanan Pontianak, untuk menghadiri undangan dari Sultan Pontianak Sy Melvin Alkadri.

“Sultan menyambut kami dengan hangat, serta nuansa adat yang kental membuat suasana persatuan semakin kuat. Selain membicarakan sejarah dan silsilah dari Kesultanan Pontianak kamipun berdialog tentang kondisi perekonomian masyarakat,” tulis Sandi lagi.

Menurutnya, ada beberapa masukan.

Salah satunya adalah pengembangan budaya di Kalimantan Barat.

Khususnya Pontianak sebagai tempat pariwisata yang bertaraf internasional sehingga mampu menggerakan dan memberdayakan warga masyarakat sekitar.

“Pontianak, salah satu kota yang di lintasi garis khatulistiwa ini merupakan wilayah Indonesia yang sangat strategis dan potensial. Dengan mengenakan baju khas melayu, saya melangkah menuju Keraton Kadariah untuk mengikuti serangkaian prosesi adat Pontianak,” tulis Sandi. (Ridho Panji Pradana) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved