Kalbar 24 Jam
Kalbar 24 Jam - 5 Pemerkosa Ditangkap, Oknum Caleg Pukul Petugas Bea Cukai, Hingga Jembatan Ambruk
"Kemudian keempat kawan RN itu memaksa melakukan persetubuhan secara bergantian pada malam itu," kata Denni
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Kalbar 24 Jam - 5 Pemerkosa Ditangkap, Oknum Caleg Pukul Petugas Bea Cukai, Hingga Jembatan Ambruk
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Beragam informasi, peristiwa dan kejadian menarik mewarnai Kalimantan Barat (Kalbar) dalam kurun waktu 24 jam terakhir sejak di bulan Maret sejak Sabtu (16/3/2019).
Nah, apa saja informasi dan peristiwa populer tersebut.
Berikut tribunpontianak.co.id merangkumnya, Minggu (17/3/2019):
1. Polisi Tangkap 5 Tersangka Pemerkosa Gadis 18 Tahun di Kayong Utara

Jajaran Unit Reskrim Polsek Teluk Batang berhasil meringkus lima tersangka pemerkosaan terhadap gadis berusia 18 tahun, S di Perairan Karanganyar, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (15/3/2019).
Kasat Reskrim Polres Kayong Utara, AKP Denni Gumilar menuturkan, Kepolisian Sektor Teluk Batang sebelumnya menerima laporan dari Paman S terkait dugaan pemerkosaan tersebut.
Baca: Polisi Tangkap 5 Tersangka Pemerkosa Gadis 18 Tahun di Kayong Utara
Baca: Beauty Class Dare PSI Kalbar, Dukung Inez Cosmetics Jadi Ratu di Negeri Sendiri
Baca: TERPOPULER - Nikita Mirzani Posting Foto Diduga Syahrini, 5 Pemerkosa Ditangkap,Hingga Gaji PNS Naik
Laporan itu menyebutkan bahwa S telah diperkosa secara bergiliran oleh lima tersangka berinisial RN, BG, FR, RI, dan SL pada Kamis (14/3/2019) malam.
Pria pertama yang melakukan aksi tak senonoh itu adalah RN.
Usai menyetubuhi korban, RN kemudian mengajak empat rekannya melakukan aksi serupa.
"Kemudian keempat kawan RN itu memaksa melakukan persetubuhan secara bergantian pada malam itu," kata Denni di Sukadana, Sabtu (16/3/2019).
Setelah menerima laporan tersebut, polisi pun langsung bergerak, dan berhasil menangkap SL.
Dari hasil interogasi, SL mengatakan bahwa rekan-rekannya sedang dalam perjalanan ke Kubu Raya menggunakan kapal.
Polisi pun kembali bergerak mengejar tersangka-tersangka lain. BACA SELENGKAPNYA......
2. KRONOLOGI Oknum Caleg Marah-marah, Pukul Petugas Bea Cukai dan Keluarkan Kata-kata Jorok

Oknum calon anggota legislatif (caleg) berinisial AC marah-marah dan memukul pegawai Bea Cuka Entikong, Kabupaten Sanggau, pada Jumat (15/3/2019) siang, sekitar pukul 12.35 Wib.
Diketahui belakangan petugas Bea Cukai Entikong yang menjadi korban bernama Prayogi Rahayu.
Atas kejadian pemukulan yang dilakukan oknum caleg AC, Prayodi Rahayu langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Entikong pada Jumat siang itu juga.
Baca: Jadi Korban Pemukulan Caleg, Petugas Bea Cukai Entikong Lapor Polisi dan Lakukan Visum
Baca: Tolak Diperiksa, Caleg Malah Caci Maki dan Pukul Petugas Bea Cukai Entikong
Baca: KRONOLOGI Oknum Caleg Marah-marah, Pukul Petugas Bea Cukai dan Keluarkan Kata-kata Jorok
Korban membuat laporan polisi dengan nomor: LP/88/II/RES.1.6/2019/Kalbar/Res Sgu/Sek Entikong.
Kronologi penganiayaan yang dilakukan oknum caleg tersebut dijelaskan dalam LP tersebut.
Kejadian bermula saat korban Prayogi Rahayu bersama kedua rekan sesama Petugas Bea Cukai melakukan tugas rutin pemeriksaan seluruh sarana transportasi darat yang melintas masuk ke wilayah Indonesia di PLBN Entikong.
Sekitar pukul 12.40 WIB, masuk mobil Toyota Avanza Hitam KB 1317 WK dari arah Tebedu akan memasuki wilayah Indonesia.
Mobil Toyota tersebut dihentikan dan akan dilakukan pemeriksaan oleh tiga petugas Kepabeanan.BACA SELENGKAPNYA......
3. Ikuti Cara Mendaftar UTBK Melalui Mandiri ATM

Pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN gelombang pertama sudah dibuka sejak 1 Maret 2019.
Dalam pendaftaran, peserta harus membayar biaya UTBKSBMPTN 2019 sebesar Rp200.000. Pembayaran bisa dilakukan melalui Bank Mandiri, BNI dan BTN.
Baca: Dibuka Pukul 10.00 WIB, Siapkan Empat Hal Ini Untuk Pendaftaran UTBK
Baca: Genre Ceria Kalbar 2019, Usung Tema Kawen Muda Sepok
Sebelum membayar biaya UTBK, peserta harus mendaftar secara online melalui website LTMPT di https://pendaftaran-utbk.ltmpt.ac.id.
Baca: Pemilik Warung Makan di Sintang Bersedia Gunakan Gas 5.5 Kilogram Asalkan Stok Terus Aman
Baca: Gubernur Kalbar Tinjau Persiapan STQ Tingkat Nasional 2019
Baca: Simpatisan dan Pendukung Prabowo Diimbau Tak Gunakan Kendaraan ke Keraton
Mendaftar melalui laman https://pendaftaran-utbk.ltmpt.ac.idmenggunakan NISN dan NPSN untuk mendapatkan username dan password.
Setelah melakukan pendaftaran, calon peserta UTBK SBMPTN akan mendapatkan Kode Bayar yang terdiri dari 11 digit angka.
Kode Bayar itu yang akan digunakan untuk melakukan pembayaran di Bank Mandiri baik melalui ATM, Mandiri Mobile hingga ke bank terdekat. BACA SELENGKAPNYA......
4. 3 Warung Makan di Sintang Terjaring Razia Gunakan Gas Elpiji 3 Kilogram

Tiga warung makan di Kabupaten Sintang terjaring razia gabungan penyalahgunaan Gas Elpiji 3 Kilogram yang dilakukan petugas Disperindagkop dan UKM Sintang, Satpol-PP Sintang dan Pertamina Sintang, Jumat (15/3/2019) sore.
Tiga rumah makan tersebut yaitu yang pertama berada di sekitar Simpang Lima, arah Jalan Lintas Melawi, kemudian yang kedua di Jalan Lintas Melawi, dan yang ketiga di Kelurahan Menyumbung sekitar Jembatan Kapuas Sintang.
Baca: FOTO: Razia Kendaraan Bermotor di Rumah Radangk Pontianak
Baca: Resmi Diberhentikan dari Jabatan Ketua Umum PPP, Ini Sosok Pengganti Romahurmuziy
Kepala Seksi Pendaftaran Perdagangan dan Pengembangan Produk Dalam Negeri di Disperindagkop dan UKM Sintang, Syafrudin menjelaskan bahwa pada 4 Januari 2019 semua pelaku usaha sudah diberikan surat edaran.
"Lewat surat edaran tersebut, semua pelaku usaha kita imbau, baik rumah makan, restoran, cafe, warung kopi sudah kita imbau terkait larangan penggunaan tabung gas elpiji 3 kilogram yang bersubsidi," ujar Syafrudin.
Surat edaran tersebut juga sudah ditembuskan ke Pertamina Cabang Sintang. Oleh karena itu, menurutnya inilah yang menjadi alasan dilakukan razia gabungan ke sejumlah rumah makan yang berada di sekitar kawasan Kota Sintang. BACA SELENGKAPNYA......
5. Jembatan Sambas - Subah Ambruk, Akses Warga Terganggu

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas Yudi, M,Si membenarkan telah terjadinya ambruknya Jembatan di jalan utama penghubung Sambas dan Subah.
"Jembatan di sungai kajang Kecamatan Subah, betul pagi tadi digerus air yang menyebabkan jembatan retak," ujarnya, Sabtu (16/7/2019).
"Lalu di lewati truk bermuatan sawit, akibatnya membuat jembatan menjadi amblas. Sampai saat ini jembatan belum bisa dilewati," ungkapnya.
Oleh karenanya, Yudi mengungkapkan Pemerintah daerah sudah turun ke lapangan melihat kondisi terjadinya ambruknya jembatan tersebut.
Baca: Pondasi Sudah Lapuk, Jembatan Disungai Kajang yang Amblas
Baca: Pantau Jembatan Ambruk di Sungai Kajang, Bupati Atbah Perintahkan Dinas PU Bangun Jambatan Darurat
Baca: Kasat Lantas Sebut Dugaan Penyebab Ambruknya Jembatan di Sungai Kajang
"Masyarakat juga telah membuat jembatan darurat untuk sepeda motor dan pejalan kaki," tuturnya.
Selanjutnya ia mengatakan, pemerintah daerah akan membuat jembatan darurat terlebih dahulu dan selanjutnya dari informasi PUPR akan membangun jembatan sementara.
"Selanjutnya Pemda Sambas melalui dinas PUPR akan membangun jembatan darurat terlebih dahulu, sedangkan PUPR provinsi akan membangun jembatan sementara dengan jembatan bally," jelasnya. BACA SELENGKAPNYA......
Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak: