Jadi Korban Pemukulan Caleg, Petugas Bea Cukai Entikong Lapor Polisi dan Lakukan Visum

Terkait pemukulan yang di lakukan oleh seorang calon anggota legislatif (Caleg), korban Prayogi Rahayu Pegawai Bea Cukai

Jadi Korban Pemukulan Caleg, Petugas Bea Cukai  Entikong Lapor Polisi dan Lakukan Visum
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Korban Prayogi Rahayu petugas Bea Cukai yang bertugas di PLBN Entikong saat membuat laporan polisi ke Polsek Entikong atas pemukulan yang di lakukan oleh AC caleg DPRD Provinsi Kalbar 

Jadi Korban Pemukulan Caleg, Petugas Bea Cukai  Entikong Lapor Polisi dan Lakukan Visum

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Terkait pemukulan yang di lakukan oleh seorang calon anggota legislatif (Caleg), korban Prayogi Rahayu Pegawai Bea Cukai Entikong telah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolsek Entikong pada Jumat (15/3/2019)‎ siang itu juga.

Dalam laporan polisi No : LP/88/II/RES.1.6/2019/Kalbar/Res Sgu/Sek Entikong tersebut terdapat uraian kejadian bahwa korban Prayogi Rahayu bersama kedua rekan sesama petugas Bea Cukai melakukan tugas rutin pemeriksaan seluruh sarana transportasi darat yang melintas masuk ke wilayah Indonesia di PLBN Entikong.

Namun sekitar pukul 12.40 WIB, masuk mobil Toyota Avanza Hitam KB 13xx WK dari arah Tebedu akan memasuki wilayah Indonesia, dan di hentikan dan akan di lakukan pemeriksaan oleh tiga petugas Kepabeanan.

Baca: Silaturahim di Purun, Sukiryanto Didoakan Melenggang ke Senayan

Baca: Ikuti Cara Mendaftar UTBK Melalui Mandiri ATM

Baca: Pemilik Warung Makan di Sintang Bersedia Gunakan Gas 5.5 Kilogram Asalkan Stok Terus Aman

Ketika korban Prayogi Rahayu akan melakukan pemeriksaan terhadap bungkusan yang ada di dekat sebelah supir, terlapor berinisial AC‎ menyebutkan "ini obat dari Pontianak, tak usah diperiksa lagi pak"

Tetapi petugas tetap melakukan pemeriksaan, namun kembali terlapor AC menuturkan kata-kata kepada petugas, " Saya Anggota Dewan, Saya tidak mungkin berbohong," sambil memukul mobil dan berteriak kata-kata tidak pantas.

Kemudian Korban bertanya kepada terlapor AC,"Kenapa Pak", namun terlapor mengatakan "Kau Mau Apa" dan kemudian langsung memukul korban menggunakan tangan kanan dan mengenai wajah bagian rahang kanan.

Selain membuat Laporan Polisi, korban Prayogi Rahayu juga melakukan visum Et Repertum yang di keluarkan oleh Pukesmas Balaikarangan dan di tandatangai oleh dr Deni Hansen Limbeng atas permintaan tertulis dari kepolisian Sektor Entikong.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved