3 Warung Makan di Sintang Terjaring Razia Gunakan Gas Elpiji 3 Kilogram

Tiga warung makan di Kabupaten Sintang terjaring razia gabungan penyalahgunaan Gas Elpiji 3 Kilogram

3 Warung Makan di Sintang Terjaring Razia Gunakan Gas Elpiji 3 Kilogram
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Razia gabungan penyalahgunaan Gas Elpiji 3 Kilogram ke sejumlah warung makan di Kabupaten Sintang yang dilakukan petugas Disperindagkop dan UKM Sintang, Satpol-PP Sintang dan Pertamina Sintang, Jumat (15/3/2019) sore. (Tribun Pontianak/Wahidin) 

3 Warung Makan di Sintang Terjaring Razia Gunakan Gas Elpiji 3 Kilogram

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Tiga warung makan di Kabupaten Sintang terjaring razia gabungan penyalahgunaan Gas Elpiji 3 Kilogram yang dilakukan petugas Disperindagkop dan UKM Sintang, Satpol-PP Sintang dan Pertamina Sintang, Jumat (15/3/2019) sore.

Tiga rumah makan tersebut yaitu yang pertama berada di sekitar Simpang Lima, arah Jalan Lintas Melawi, kemudian yang kedua di Jalan Lintas Melawi, dan yang ketiga di Kelurahan Menyumbung sekitar Jembatan Kapuas Sintang.

Kepala Seksi Pendaftaran Perdagangan dan Pengembangan Produk Dalam Negeri di Disperindagkop dan UKM Sintang, Syafrudin menjelaskan bahwa pada 4 Januari 2019 semua pelaku usaha sudah diberikan surat edaran.

Baca: Cuaca Terkini, Langit Pontianak Diselimuti Awan Gelap

Baca: Peserta Melebihi Target, PRSI: Renang Telah Memasyarakat

Baca: HORE! Pemerintah Naikkan Gaji Pokok PNS, Ada yang Naik Hampir Rp 300 Ribu, Ini Rinciannya

"Lewat surat edaran tersebut, semua pelaku usaha kita imbau, baik rumah makan, restoran, cafe, warung kopi sudah kita imbau terkait larangan penggunaan tabung gas elpiji 3 kilogram yang bersubsidi," ujar Syafrudin.

Surat edaran tersebut juga sudah ditembuskan ke Pertamina Cabang Sintang. Oleh karena itu, menurutnya inilah yang menjadi alasan dilakukan razia gabungan ke sejumlah rumah makan yang berada di sekitar kawasan Kota Sintang.

"Ternyata dari tiga titik yang kita datangi semua menggunakan elpiji 3 kilogram. Seyogyanya itu tidak dilakukan karena imbauan kami sudah ada dan kami akan memberikan pembinaan terhadap pelaku usaha secara bertahap," katanya.

Terhadap pelaku usaha atau pemilik warung makan yang tertangkap tangan tersebut, pihaknya langsung menukarkan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi tersebut dengan gas elpiji 5.5 kilogram non subsidi yang telah disiapkan.

"Yang 3 kilogram kami tarik dan kami ganti dan ada kompensasi biaya tambahan. Saya rasa ini tahap awal mungkin kami tahap berikutnya kami merambah ke kafe, restoran, warung kopi, dan hotel. Kita harap ini jadi peringatan," tutupnya.

Penulis: Wahidin
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved