Setelah 70 Tahun, Satu Jenazah Korban Pearl Harbor Akhirnya Teridentifikasi
Lawson, asal Butler County, Ohio, menjadi satu dari ratusan pelaut dan marinir yang terbunuh dalam serangan di Pearl Harbor dan dimakamkan
Selama tahap akhir Perang Dunia II pada 1945, AS secara intens telah membakar 67 kota Jepang. Dalam sebuah ultimatum, AS bersama dengan Inggris menyerukan penyerahan Jepang dalam Deklarasi Potsdam pada 26 Juli 1945.
Kapal USS Arizona adalah salah satu kapal perang AS yang tenggelam akibat serangan mendadak Jepang ke Pangkalan AS Pearl Harbor, Hawaii, pada 7 Desember 1941.( National Archives and Records Administration) Perang Dunia II juga ditutup dengan tragedi kemanusiaan, yaitu serangan nuklir pertama dan satu-satunya di masa perang.
Ini terjadi setelah Presiden AS Harry S Truman memerintahkan serangan terhadap kota-kota Jepang.
Hiroshima dan Nagasaki menjadi korban jatuhnya bom nuklir pada Agustus 1945. Akibatnya, bom atom menewaskan lebih dari 125.000 orang.
Sedangkan, lebih dari 50 juta orang tewas dalam perang.
Setelah empat tahun berperang dalam Perang Dunia II, AS memainkan peran utama dalam pembentukan Perserikatan Bangsa Bangsa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), memastikan kehadiran mereka yang berkelanjutan di panggung dunia.
Melalui pembentukan ini, harapannya untuk menekan invasi-invasi suatu negara terhadap negara lain dan membuat hubungan dan kerukunan antar negara-negara dunia. Sebagai akibat dari serangan Pearl Harbor dan respons setelahnya, AS menjadi kekuatan supermiliter dan politik global sampai saat ini. Konspirasi Sebelum peristiwa Pearl Harbor, banyak dari masyarakat AS yang sebenarnya tak setuju dengan sikap Presiden Roosevelt untuk ikut dalam Perang Dunia II.
Bagi masyarakat AS, hidup tenang dan damai sudah cukup tanpa peperangan yang membuat banyak masalah.
Namun, terdapat sebuah teori konspirasi yang mengatakan bahwa sebenarnya Roosevelt memang sengaja membiarkan Jepang menyerang Pearl Harbor.
Ini dilakukan agar AS punya alasan untuk terjun dalam peperangan. Ada juga teori yang menyebut bahwa Perdana Menteri Inggris Winston Churchill sebenarnya tahu rencana Jepang akan menyerang Pearl Harbor, tetapi tidak memberi tahu Roosevelt.
Kemungkinan, ini dilakukan agar Jepang tak tahu bahwa kode-kode rahasianya berhasil dipecahkan Inggris. Hal yang sama juga dilakukan Inggris saat mengorbankan Coventry yang dibombardir Jerman, agar Jerman tak tahu bahwa Inggris berhasil memecahkan kode rahasia Jerman.
Di sisi lain, informasi soal kemungkinan serangan terhadap Pearl Harbor itu juga dipicu karena AS meremehkan kemampuan militer Jepang. Saat itu, AS yakin Jepang tak mungkin mampu menggelar serangan lintas samudera seperti itu. Teori ini semakin kuat ketika Pemerintah AS juga ternyata menolak permintaan militer untuk memindahkan pesawat-pesawat tempur dalam jumlah besar ke Hawaii.
Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak: