Minta Cornelis Kooperatif, Deni: Tak Mungkin Orang Ajak Duel Sampai Mati Padahal Tidak Saling Kenal

Kami meminta saksi untuk kooperatif dalam memberikan keterangan, apalagi sudah disumpah.

Minta Cornelis Kooperatif, Deni: Tak Mungkin Orang Ajak Duel Sampai Mati Padahal Tidak Saling Kenal
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Mantan Gubernur Kalbar Cornelis hadiri persidangan sebagai saksi pelapor pada kasus ujaran Kebencian dengan terdakwa Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK), Isa Anshari, di Pengadilan Negeri Ketapang, Kamis (03/01) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nur Imam Satria

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Penasehat Hukum Terdakwa Isa Anshari, Deni Amiruddin dalam lanjutan persidangan pada kasus ujaran kebencian yang menjerat kliennya, dengan agenda  mendengarkan keterangan saksi pelapor, meminta para saksi untuk bersikap kooperatif dalam memberikan keterangan, Kamis (3/1/2019) 

Deni mengaku kecewa lantaran sempat mempertanyakan apakah saksi, Cornelis pernah berpikir kenapa ada orang yang tidak saling kenal dengannya tiba-tiba membuat postingan seperti yang dilaporkannya.

Namun Cornelis mengaku tidak tahu dan tidak mau menjawab lantaran menilai itu diluar konter persidangan.

Baca: Sudah Disurvei PLN, Marsilinus: Masih Danyak Dusun dan Desa Belum Berlistrik

Baca: Hadiri Sidang Ujaran Kebencian Isa Anshari, Cornelis: Saya Tidak Pernah Main Facebook

Baca: Heri Mustamin Minta Pemerintah Terbuka dan Tunjukan Data 94 Persen Jalan Kota Mantap

"Kami meminta saksi untuk kooperatif dalam memberikan keterangan, apalagi sudah disumpah. Kan tidak mungkin ada orang mengajak duel sampai mati padahal tidak saling kenal, tidak mungkin itu dilakukan jika tidak ada hal yang melatarbelakangi," tegas Deni Amiruddin.

Deni Amiruddin melanjutkan, kalau apa yang dilakukan kliennya merupakan sebuah respon atau reaksi dari sebuah peristiwa yang dilakukan oleh saksi Cornelis dalam pidatonya yang dinilai menyinggung perasaan kliennya dan mungkin banyak orang.

Seharusnya, lanjut Deni persoalan sebab kenapa kliennya membuat postingan harus diungkap di dalam muka persidangan agar persoalan dapat menjadi jelas dan terang benderang.

"Dalam hukum pidana tentunya ada sebab akibat. Saya harap apa yang kami tanyakan bisa dicatat untuk kami analisa dalam pledoi kami nantinya," tambah Deni Amiruddin.

Penasehat Hukum Terdakwa lainnya, Syarif Kurniawan mempertanyakan para saksi mengenai buku apa yang dibaca dan menjadi kutipan yang disampaikan dalam pidato Cornelis yang menjadi viral itu.

Baca: Teroris Ali Kalora Mutilasi Warga, Peneliti Minta Raider atau Kopassus Dikirim untuk Memburunya

Baca: Pimpin Upacara Hari Amal Bhakti ke-73 Kemenag, Ini Pesan Bupati Ramlana

Sehingga memancing reaksi termasuk oleh kliennya. Kurniawan menilai itu merupakan hal yang wajar.

Halaman
1234
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved