Pembunuhan Sungai Rengas

Banting Anaknya Hingga Tewas, Supardi Terus Lantunkan Solawat, Ternyata Ini Artinya!

Supardi Supriyatman (36) terus melantunkan solawat saat menjalani pemeriksaan di Mapolresta Pontianak, Senin (26/11/2018).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HADI SUDIRMANSYAH
Supardi Supriatman saat menjalani pemeriksaan di Ruangan Unit PPA Satreskrim Polresta Pontianak, Senin (26/11/2018). Supardi tak berhenti melantunkan solawat. 

Robbiy zidniy 'ilman naafi'aa

Wawaffiqnii 'amalan maqbuula

Wawass'lii rizqoon thoyyiban

Fatub 'alayya taubatan nashuuha.

Inilah arti dan lirik solawat yang dilantunkan Supardi dalam versi lengkap Supardi merujuk pada www.penyakitrohani.blogspot.com:

Astaghfirullah Rabbal Barroya (Ampunilah Hamba Ya Allah Maha Penerima Taubat)

Baca: Polisi Ungkap Penyebab Ayah Banting Putrinya Hingga Tewas, Psikolog Angkat Suara

Baca: Terungkap, Penyebab Ayah Banting Anak Kandung Hingga Tewas

Astaghfirullah Minal khotoya (Ampunilah Hamba Ya Allah Daripada Segala Dosa)

Rabbi zidni 'ilman naa fi'a (Tambahkan kepadaku ilmu yang berguna)

Wa wa fiqni 'amalam maqbula (Dan berikanlah aku amalan yang dimakbulkan)

Wa Wa habli rizqan waasi'a (Dan kurniakan kepadaku rezeki yang meluas)

Wa tub 'alaia taubatan nasuha (Dan perkenankan taubatku dengan taubat nasuha)

Astaghfirullah Rabbal Barroya (Ampunilah Hamba Ya Allah Maha Penerima Taubat)

Astaghfirullah Minal khotoya (Ampunilah Hamba Ya Allah Daripada Segala Dosa)

Rabbi zidni 'ilman naa fi'a (Tambahkan kepadaku ilmu yang berguna)

Wa wa fiqni 'amalam maqbula (Dan berikanlah aku amalan yang dimakbulkan)

Kanit Jatanras Iptu Jatmiko mengangkat korban untuk dibawa ke RS Bhayangkara dari rumah korban di Jalan Usaha Baru, Parit Langgar, Sungai Rengas, Kubu Raya, Sabtu (24/11/2018) pagi. As (2,5) dianiaya oleh ayahnya sendiri hingga tewas setelah dibanting di lantai rumah berkali-kali. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kanit Jatanras Iptu Jatmiko mengangkat korban untuk dibawa ke RS Bhayangkara dari rumah korban di Jalan Usaha Baru, Parit Langgar, Sungai Rengas, Kubu Raya, Sabtu (24/11/2018) pagi. As (2,5) dianiaya oleh ayahnya sendiri hingga tewas setelah dibanting di lantai rumah berkali-kali. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Baca: TERPOPULER - Dari Idol K-Pop, Dhani dan Maia, Hingga Unggahan Supardi Sebelum Banting Putrinya

Baca: TERPOPULER - Dari 11 Momen BTS dan EXO Hingga Bocah 1,4 Tahun Dibanting Ayahnya Hingga Tewas

Wa Wa habli rizqan waasi'a (Dan kurniakan kepadaku rezeki yang meluas)

Wa tub 'alaia taubatan nasuha (Dan perkenankan taubatku dengan taubat nasuha)

Astaghfirullah Rabbal Barroya (Ampunilah Hamba Ya Allah Maha Penerima Taubat)

Astaghfirullah Minal khotoya (Ampunilah Hamba Ya Allah Daripada Segala Dosa)

Terlambat kerja

Beberapa jam sebelum Supardi tega membanting putrinya hingga tewas, ternyata lelaki yang bekerja sebagai security itu, masih menunaikan tugasnya sebagai tenaga satuan pengamanan atau Satpam.

Supardi bekerja di sebuah Rumah Makan.

Seorang pekerja di Rumah Makan tersebut, yang namanya enggan dipublikasikan mengatakan, Supardi sudah bekerja sekitar setahun.

Ia dikenal sering terlambat masuk kerja.

"Dia bekerja mulai jam 10 malam sampai jam 6 pagi, jadi masuk malam saja," ujar seorang karyawan Rumah Makan tersebut kepada Tribunpontianak.co.id, Senin (26/11/2018).

Ia mengatakan, Rumah Makan tutup pukul 22.00 WIB.

Supardi Supriyatman, warga Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, yang tega membanting putrinya sendiri hingga tewas
Supardi Supriyatman, warga Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, yang tega membanting putrinya sendiri hingga tewas (FACEBOOK/SUPARDI SUPRIYATMAN)

Baca: Tyson Fury Sesumbar Kalahkan Deontay Wilder dan Ingin Menetap di Amerika Serikat

Baca: Seorang Pengendara Motor Tewas Dalam Kecelakaan Motor Vs Mobil di Jungkat

Selama ini, para karyawan Rumah Makan jarang sekali berinteraksi dengan Supardi.

Saat ditanya, apakah pelaku membuat masalah di tempat kerja?

Ia mereka menjawab tidak pernah.

"Kalau dengan kami tidak pernah marah, karena kami maklum juga, yang penting di sini aman saja. Pernah datang jam 12 malam, tapi kami tidak permasalahkan itu," ujarnya.

Pihak rumah makan mengatakan, sebelum bekerja di rumah makan tersebut pelaku bekerja di Jalan Sungai Raya Dalam.

Kemudian bekerja di Jalan Karet, sebagai pengaman di sebuah Kompleks Perumahan.

Baca: Tim Inafis Identifikasi Kondisi Korban Bocah Tewas di Tangan Ayah Kandung

Baca: Ahmad Dhani Dituntut 2 Tahun Penjara: Balas Dendam untuk Kasus Ahok

Karyawan Rumah Makan itu mengatakan tidak ada yang mencurigakan dari diri Supardi.

Khususnya di malam ia bertugas, di mana paginya ia melakukan aksi yang bikin begidik.

"Tidak ada yang aneh malam itu, dia bekerja seperti biasa," ujarnya.

Pada malam sebelum kejadian pelaku terlambat masuk kerja.

"Dia agak terlambat malam itu. Kemudian pagi kita buka, dia sudah pulang," katanya lagi. (HASYIM ASHARI/HADI SUDIRMANSYAH/YA’ M NURUL ANSHORY)

Yuks tonton dan subscribe Youtube Channel Video Tribun Pontianak:

Editor: Agus Pujianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved