Dua Desa Menjadi Pilot Project Pembentukan Pokmas Relawan Peduli Bencana Asap

Dimana, kata dia, pokmas dapat memberikan penjelasan dan pengertian pada masyarakat tentang pencegahan dan bahaya karhutla.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Kepala Pelaksana BPBD Sekadau - Akhmad Suryadi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU -Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sekadau Akhmad Suryadi menuturkan, Desa Peniti dan Sungai Kunyit menjadi pilot project pembentukan pokmas relawan peduli bencana asap di Kabupaten Sekadau.

“Penetapan dua desa ini berdasarkan potensi rawan karhutla. Dua desa ini memiliki luas lahan gambut kurang lebih 1000 hektare,” ujarnya Kamis, (5/4/2018).

Baca: Peduli Bencana Asap, BPBD Bentuk Kelompok Masyarakat

Akhmad mengatakan, pokmas berperan penting dalam rangka pencegahan karhutla.

Dimana, kata dia, pokmas dapat memberikan penjelasan dan pengertian pada masyarakat tentang pencegahan dan bahaya karhutla.

Baca: Suwarno: Pokmas Dibentuk untuk Wilayah Rawan Bencana

“Berdasarkan prediksi BMKG, mulai april rawan karhutla karena cuaca panas. Pemerintah daerah akan mengeluarkan kebijakan mengantisipasi karhutla,” pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved