Pemkab Akan Lakukan Open Bidding, Ini Tanggapan DPRD Sambas

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo mengatakan, saat ini sudah banyak kalangan yang membicarakan pergantian

Pemkab Akan Lakukan Open Bidding, Ini Tanggapan DPRD Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Sambas Lerry Kurniawan Figo, Senin (25/2/2019). 

Pemkab Akan Lakukan Open Bidding, Ini Tanggapan DPRD Sambas

SAMBAS - Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo mengatakan, saat ini sudah banyak kalangan yang membicarakan pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Sambas.

"Jabatan sekda sudah mulai banyak yang membicarakan, terutama di media sosial, terlebih sekda yang sekarang sudah akan pensiun," ujarnya, Jum'at (17/5/2019).

Menurutnya, hal itu lantaran memang jabatan Sekda saat ini akan segera habis. Karena akan segera memasuki masa pensiun.

Untuk itu, Figo menerangkan jika dilakukan Open Bidding, maka semakin banyak pendaftar atau peserta Open Bidding, maka akan semakin baik.

"Mau dari dalam daerah atau luar daerah silakan, selama dia memiliki kemampuan untuk memanage perangkat daerah, maka sama baiknya," katanya.

Baca: 8.000 Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan dari PLN

Baca: BREAKING NEWS - Terduga Pelaku Pembunuhan Heni Darsita Berhasil Ditangkap, Bekuk IK di Kalteng

Baca: Sejumlah Pegawai Pemkot Hijrah ke Provinsi, Saat Ini Rasio Pegawai Tidak Ideal

"Kita lihat nanti, makin banyak pendaftar sekda makin bagus, dan open bidding memang harus dilakukan, apalagi sekda yang ada sekarang masa jabatannya tidak bisa diperpanjang. Karena sudah jelas ASN jabatan apapun entah itu sekda, kadis atau lainnya, tidak ada istilah perpanjangan, kecuali status dan masa jabatannya masih ada tidak kadaluarsa," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dirinya merasa tidak keberatan jika ada peserta Open Bidding sekda berasal dari luar Kabupaten Sambas. Karena yang terpenting adalah kemampuannya untuk memenajemen perangkat daerah yang ada.

Selain itu kata Figo, Integritas tim atau panitia seleksi juga harus menjadi perhatian. Karena menurut dia, berawal dari pansel akan di mulai penilaian akan jaminan kualitas seorang Sekda Sambas kedepan.

"Open bidding sekda kita harapkan transparan dan terbuka, pansel bekerja profesional, pesertanya banyak tidak ada muatan politis atau pertimbangan like and dislike seperti itu, dan Pansel kita tuntut lebih profesional, tidak ada praktik transaksional dan kepentingan politik," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved