Naik Dango XIII di Sambas Diharapkan Masuk Kalender Peningkatan Budaya dan Dilestarikan

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot menghadiri undangan Naik Dango XIII Kabupaten Sambas Tahun 2019 yang dibuka di Radakng

Naik Dango XIII di Sambas Diharapkan Masuk Kalender Peningkatan Budaya dan Dilestarikan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Suasana saat Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot dan jajaran lainnya menghadiri undangan Naik Dango XIII Kabupaten Sambas Tahun 2019 yang dibuka di Radakng Center Jalan TVRI Desa Durian Kecamatan Sambas, Kamis (16/05/2019). IST 

Naik Dango XIII di Sambas Diharapkan Masuk Kalender Peningkatan Budaya dan Dilestarikan

PONTIANAK - Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot menghadiri undangan Naik Dango XIII Kabupaten Sambas Tahun 2019 yang dibuka di Radakng Center Jalan TVRI Desa Durian Kecamatan Sambas, Kamis (16/05/2019).

Pada acara naik dango XIII Tahun 2019 di Kabupaten Sambas tersebut juga dihadiri Ketua DAD Provinsi, Ketua DAD Kabupaten Sambas, Bupati Sambas dalam Hal ini di wakili Staf Ahli Kabupaten Sambas, Kejari Kabupaten Sambas, Kapolres Kabupaten Sambas, DanDim 1202 Singkawang, tokoh agama, kontingen serta tamu undangan hadirin.

"Dalam kesempatan ini mari kita cinta Budaya Dayak ini agar orang lain pun mencintainya Adat Budaya Dayak. Adat Budaya Dayak tetap ada karena masyarakat Adat Dayak itu sendiri," katanya.

Masyarakat Dayak, lanjutnya, juga harus meningkatkan kepercayaan diri karena dengan percaya akan mampu bersaing dengan siapapun dan dimana pun.

Baca: Atbah Hadiri Rakor Penanganan Konflik Sosial Pasca Pemilu 2019

Baca: FKUB Ajak Masyarakat Kapuas Hulu Tolak Aksi People Power

Baca: Polres Landak Diperiksa Tim Penilai Zona Integritas

"Kita berada dengan Naik Dango ini kita diharapkan mampu apa yang akan dilakukan dimasa masa yang akan datang, untuk itu saya mewakili Singkawang Bengkayang Sambas meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sambas agar ini di jadikan kalender tetap peningkatan Budaya Kabupaten Sambas," ujarnya

Sementara itu, Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat Ir. Jakius Sinyor menerangkan dengan adanya Naik Dango merupakan bentuk rasa syukur telah melaksanakan panen.

Kedepan, lanjutnya, dengan adanya wacana Pemerintah Pusat Kalimantan akan di jadikan Ibu Kota Negara, semua harus bersiap dan disiapkan baik sumberdaya manusia, sumberdaya alam, ekonomi, budaya dan lainnya.

"Ada tiga komitmen kita, masalah identitas sekali kita mengatkan Dayak kita tetap Dayak, karena Dayak itu bermacam-macam di Kalbar saja ada 118 sub Suku dengan 405 Bahasa, kita tidak lagi memandang kita Dayak sektor barat sektor timur, kita adalah Dayak Kalimantan khususnya Kalimantan Barat Budaya kita harus kita junjung agar kita dapat melestarikan budaya dayak ini sekalian membuka acara Naik Dango XIII Tahun 2019 di Kabupaten Sambas," tukasnya. (*).

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved