Warga Tak Pernah Curiga Keberadaan Oli Palsu

Sedangkan Tya (34) mengaku sama sekali tidak tahu perihal yang sedemikian itu, salah satu alasannya menurut Tya dikarenakan dia adalah perempuan.

Warga Tak Pernah Curiga Keberadaan Oli Palsu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Parts Sub Dept Head PT Astra International Tbk - Honda Kantor Wilayah Kalimantan Barat, Agustoni Hioe menunjukkan hologram produk oli yang diduga palsu karena tulisan hologram yang terbalik dan posisi hologram bukan seperti pada kemasan asli di kemasan botol oli MPX 1, di Kantor Wilayah Honda Kalimantan Barat, di Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/7/2018) siang. Penggunaan oli palsu dapat merugikan masyarakat yang dapat mempengaruhi performa mesin motor hingga tidak berlakunya garansi mesin motor tersebut. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Beberapa masyarakat Kota Pontianak saat ditanyakan mengenai beredarnya oli palsu mengaku tidak mengetahui akan keberadaan hal tersebut.

Salah satunya adalah Mustafa (25), ia mengaku tidak tahu dan tidak menaruh curiga sama sekali terkait peraktik seperti itu. Hal itu dikarenakan kemasannya masih tersegel rapi.

Baca: Beredarnya Oli Palsu di Kalbar, Pengamat Nilai Kejahatan pada Konsumen

Baca: Ketua LPKL Kalbar Minta Polisi Selidiki Kasus Oli AHM Palsu

Baca: Dewan Harap Oli Palsu Segera Ditarik Dari Peredaran

"Enggak, kan kalau dilihat masih tersegel. Tidak curigalah kan," ujarnya, Sabtu (6/7/2018).

Pria yang menggunakan sepeda motor Honda Beat itupun mengaku masih menggunakan oli seperti biasa yang ia gunakan.

Selain itu, ia juga percaya dengan bengkel langganannya tidak melakukan hal-hal curang seperti itu. "Tapi mudah-mudahan bengkel langganan saya tidak gitu pula kan," sambungnya.

Sedangkan Tya (34) mengaku sama sekali tidak tahu perihal yang sedemikian itu, salah satu alasannya menurut Tya dikarenakan dia adalah perempuan.

"Belum tau kite, tapi biase kite main ganti-ganti jak kan. Karena kite pun pecayak dengan bengkel, apalagi kite ni cewek banyak tak fahamnya kalau masalah mesin gitu," ujarnya.

Oleh karenanya Tya berharap agar oli oplosan tidak beredar. Selain itu Tya juga ingin semuanya koorperatif untuk sama-sama menjaga baik itu antara konsumen maupun pedagang atau bengkel.

Dihubungi terpisah pengendara motor lainnya Widi (23) juga mengakui tidak tahu hal itu. Mahasiswa di salah satu universitas di Kota Pontianak itu juga mengaku percaya saja dengan yang diberikan bengkel. "Percaya jak bang, kan kite dibengkel lihat gak ade segel misalkan. Tapi kalau misalnya ade kemungkinan palsu saye ndak taulah tu," ujarnya singkat.

Widi pun mengungkapkan jikalau memang ada, supaya segera diungkapkan oleh aparat keamanan. "Kalau betul ade bang, saye minta polisi turun tangan lah buat menyelsaikannya. Jangan menyengsarakan masyarakat, tangkap jak pengoplos itu," tuturnya. 

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help