Liputan Khusus

Ketua LPKL Kalbar Minta Polisi Selidiki Kasus Oli AHM Palsu

Burhanudin Haris menilai ada indikasi yang tidak bagus dengan temuan peredaran oli palsu.

Ketua LPKL Kalbar Minta Polisi Selidiki Kasus Oli AHM Palsu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/KOLASE
Oli palsu 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen dan Lingkungan (LPKL) Kalbar, Burhanudin Haris menilai ada indikasi yang tidak bagus dengan temuan peredaran oli palsu.

Simak alasannya dalam analisa berikut:

"Ini usaha yang ilegal dengan membuat oli palsu. Kalau sudah ada kasus ilegal seperti ini maka yang harus bertanggung jawab adalah pihak keamanan dalam hal ini adalah pihak kepolisian yang harus menyelidikinya.

Indikasi adanya oli palsu merek AHM ini, tentu sangat merugikan konsumen yang selama ini telah tertipu dan saya harapkan pelakunya mendapat hukuman setimpal atas perbuatan yang merugikan orang banyak ini.

Saya berharap kalau sudah ada statement dari pihak Honda terkait oli palsu ini, paling tidak pihak terkait dalam hal ini kepolisian harus memanggil agen Honda tersebut dan menyelidikinya.

Ini atas nama baik perusahaan Honda dalam menjga kondisi mesin motor konsumen mereka. Tentunya setiap agen kendaraan bertanggung jawab juga, apabila ada indikasi palsu maka agen motor harus segera melaporkan pada pihak berwajib dan diproses.

Dalam UU nomor 8 tahun 1999, setiap konsumen mempunyai hak untuk memperoleh barang sesuai dengan ketentuan yang ada, konsumen tentu tidak mau memperoleh barang palsu.

Kalau sampai terbeli AHM palsu maka ini penipuan dan yang melakukan penipuan harus diproses.

Sebetulnya pihak kepolisian tidak harus menunggu laporan pihak Honda untuk memproses dan melakukan penyelidikan kasus ini, adanya keresahan dari masyarakat tentu pihak kepolisian sidah boleh melakukan penyidikan dan penyelidikan .

Jangan hanya menunggu laporan, adanya indikasi keluhan warga sudah bisa melakukan penyidikan.

Tentunya saya pikir, kalau sudah diangkat di media massa berarti sudah merupakan temuan dan menjadi dasar pihak kepolisian.

Kita tunggu reaksi dari pihak kepolisian untuk memberikan tindakan pada oknum yang membuat oli palsu ini, jangan dibiarkan dan tindak tegas agar ada ketegasan.

Penulis: Syahroni
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved