Makan Bergizi Gratis

Dana Operasional Sejumlah SPPG Terlambat Cair, Program MBG di Kalbar Tetap Berlanjut

Agus Kurniawi mengakui masih ada beberapa SPPG yang hingga kini belum menerima transfer anggaran ke rekening operasiona

Tayang:
Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUN PONTIANAK/TRI PANDITO WIBOWO
MENU MBG - Sejumlah siswa mengambil menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), di SMAN 1 Pontianak, Jalan Gusti Johan Idrus, Kota Pontianak, Selasa, 23 September 2025. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat (Kalbar) dipastikan tetap berjalan oleh Kepala Regional BGN Kalbar, meskipun sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sempat mengalami keterlambatan pencairan dana operasional pusat. 

Ringkasan Berita:
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat tetap berjalan meskipun sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengalami keterlambatan pencairan dana operasional dari pusat. 
  • Kepala Regional BGN Kalbar, Agus Kurniawi, menegaskan tidak ada instruksi penghentian operasional SPPG dan kendala yang terjadi murni terkait proses administrasi pencairan anggaran.
  • Sejumlah SPPG yang belum menerima dana diperbolehkan menghentikan operasional sementara hingga anggaran masuk. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat (Kalbar) dipastikan tetap berjalan oleh Kepala Regional BGN Kalbar, meskipun sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sempat mengalami keterlambatan pencairan dana operasional pusat.

Selain itu, muncul informasi yang beredar di masyarakat terkait penghentian sementara layanan pasca kasus yang melibatkan sejumlah petinggi BGN Pusat.

"Operasional SPPG tetap berlangsung seperti biasa. Sampai saat ini BGN belum pernah mengeluarkan surat yang menyatakan penghentian operasional SPPG," ujar Kepala

Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, Senin 8 Juni 2026.

Baca juga: Pengamat Usul Program MBG Dipangkas Jadi 2 Hari Seminggu

Menurutnya, kendala yang saat ini terjadi lebih disebabkan oleh belum masuknya dana operasional ke sejumlah satuan kerja. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan proses administrasi, seperti proposal, atau mekanisme pencairan anggaran.

Meski demikian, Agus menegaskan persoalan tersebut tidak berkaitan dengan kasus yang tengah menjadi perhatian publik dan tidak memengaruhi kebijakan operasional SPPG secara nasional.

"Yang terjadi saat ini hanya kendala dana yang belum masuk ke beberapa SPPG. Mungkin ada persoalan administrasi dalam pengajuan atau pencairan anggaran. Namun operasional secara umum tetap berjalan," katanya.

Ia menjelaskan, bagi SPPG yang mengalami kekosongan anggaran akibat dana operasional yang belum cair, diperbolehkan menghentikan kegiatan sementara hingga dana masuk ke rekening masing-masing satuan kerja.

"Bagi SPPG yang dananya belum masuk dan mengalami kekosongan anggaran, dipersilakan menghentikan operasional sementara sambil menunggu pencairan dana," jelasnya.

Terkait kasus yang belakangan ramai diperbincangkan, Agus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.

Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat.

Baca juga: BGN Kapuas Hulu Buka Suara Soal Wacana Pengalihan MBG ke Kantin Sekolah

"Kami memohon maaf atas kejadian yang terjadi sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Ke depan, kami mempersilakan seluruh elemen masyarakat untuk ikut melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan SPPG," ujarnya.

Agus berharap berbagai evaluasi dan perbaikan yang dilakukan BGN dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal.

"BGN akan terus melakukan perbaikan. Kami berharap program MBG di Kalimantan Barat dapat berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat," tukasnya.

Sebagian SPPG Masih Menunggu Dana

Agus Kurniawi mengakui masih ada beberapa SPPG yang hingga kini belum menerima transfer anggaran ke rekening operasional mereka. Jika kondisi tersebut berlarut, pelayanan program pemenuhan gizi dikhawatirkan akan terdampak.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved