Makan Bergizi Gratis

Dana Operasional Sejumlah SPPG Terlambat Cair, Program MBG di Kalbar Tetap Berlanjut

Agus Kurniawi mengakui masih ada beberapa SPPG yang hingga kini belum menerima transfer anggaran ke rekening operasiona

Tayang:
Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUN PONTIANAK/TRI PANDITO WIBOWO
MENU MBG - Sejumlah siswa mengambil menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), di SMAN 1 Pontianak, Jalan Gusti Johan Idrus, Kota Pontianak, Selasa, 23 September 2025. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat (Kalbar) dipastikan tetap berjalan oleh Kepala Regional BGN Kalbar, meskipun sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sempat mengalami keterlambatan pencairan dana operasional pusat. 

Namun Agus menjelaskan, ada 510 SPPG aglomerasi telah memperoleh surat keputusan operasional dan sudah mulai menjalankan tugasnya.

"Tidak semua unit dapat beroperasi secara maksimal karena sebagian SPPG yang baru dibentuk masih menunggu penyelesaian virtual account serta arahan teknis dari BGN pusat," jelasnya.

Ia memastikan layanan SPPG di Kalbar sejauh ini masih berjalan dan belum mengalami penghentian seperti yang dilaporkan terjadi di sejumlah daerah lain. Meski begitu, persoalan dana yang belum cair tetap menjadi perhatian.

"Di Kalbar masih berjalan normal. Hanya memang ada beberapa SPPG yang belum menerima dana operasional," ujarnya.

Menurutnya, seluruh data SPPG yang belum menerima pencairan anggaran telah dihimpun dan dilaporkan. BGN Kalbar berharap proses penyaluran dana dapat segera diselesaikan agar kegiatan pelayanan tetap berlangsung tanpa hambatan.

Agus menegaskan pengelola SPPG tidak memiliki ruang untuk menggunakan dana pribadi atau dana talangan guna menutupi kebutuhan operasional.

Karena itu, keberlangsungan layanan sangat bergantung pada masuknya anggaran dari pemerintah.
"Kalau dana sudah diterima, kegiatan akan tetap berjalan. Namun jika belum ada pencairan, maka SPPG yang terdampak kemungkinan harus menghentikan operasional sementara," katanya.

Mempawah: 30 Dapur MBG Tetap Beroperasi

Kabar baiknya, pada Senin sore sejumlah SPPG di Kalbar mulai menerima tambahan dana operasional dari Badan Gizi Nasional. Pencairan tersebut memungkinkan dapur

MBG kembali melakukan pembelian bahan pangan, menyiapkan menu, dan melanjutkan distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Mempawah, Rahmanuddin Wiyono mengatakan, pihaknya terus memantau pelaksanaan program di lapangan dan memastikan seluruh dapur yang telah beroperasi tetap memberikan pelayanan kepada para penerima manfaat.

"Di Kabupaten Mempawah sampai saat ini belum ada dapur SPPG yang menghentikan operasionalnya. Program Makan Bergizi Gratis masih berjalan dengan baik dan pelayanan kepada penerima manfaat tetap berlangsung seperti biasa," kata Rahmanuddin Wiyono.

Menurutnya, saat ini terdapat 30 dapur SPPG yang telah beroperasi di berbagai wilayah Kabupaten Mempawah.
Selain itu, sebanyak delapan dapur lainnya masih dalam tahap pembangunan untuk memperluas jangkauan layanan program MBG.

"Sebanyak 30 dapur sudah beroperasi dan melayani masyarakat sesuai sasaran program. Sementara delapan dapur lainnya masih dalam proses pembangunan dan diharapkan dapat segera beroperasi setelah seluruh persyaratan dan fasilitas pendukung terpenuhi," ujarnya.

Rahmanuddin menjelaskan, koordinasi antara Satgas MBG, pengelola dapur, dan pihak terkait terus dilakukan guna memastikan program tetap berjalan optimal serta tidak mengganggu distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat.

"Kami terus melakukan koordinasi dan pemantauan secara berkala. Yang terpenting saat ini pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan kebutuhan gizi para penerima manfaat dapat terpenuhi dengan baik," ungkapnya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved