Waspada DBD
Waspada! Kasus Suspek DBD Mendominasi Layanan RSUD Soedarso Pontianak Sepanjang 2026
Kasus tertinggi kata drg Hary Agung terjadi pada Januari 2026 dengan total 22 pasien, disusul Februari sebanyak 15 pasien.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Ringkasan Berita:
- Kasus tertinggi terjadi pada Januari 2026 dengan total 22 pasien, disusul Februari sebanyak 15 pasien, Maret sembilan pasien, April 13 pasien dan Mei delapan pasien.
- Tingginya kasus demam berdarah dengue harus menjadi perhatian serius seluruh pihak karena penyakit tersebut berpotensi menimbulkan komplikasi, terutama pada pasien dengan penyakit penyerta.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menjadi perhatian khusus sepanjang tahun 2026 di Kalimantan Barat.
Hal itu terlihat di RSUD dr Soedarso Pontianak yang telah menangani kasus suspek 67 pasien sejak Januari 2026 hingga Mei 2026.
“Pada Minggu Epidemiologi ke-18 Tahun 2026, penyakit berpotensi wabah yang mendapat perhatian di RSUD dr Soedarso adalah Suspek Dengue, Diare Akut, Pneumonia, ISPA, Suspek Campak, GHPR, dan Suspek Meningitis/Ensefalitis,” ujar Direktur RSUD dr Soedarso, drg Hary Agung Tjahyadi, Jumat 22 Mei 2026.
Kasus tertinggi kata drg Hary Agung terjadi pada Januari 2026 dengan total 22 pasien, disusul Februari sebanyak 15 pasien, Maret sembilan pasien, April 13 pasien dan Mei delapan pasien.
Menurut Hary Agung, tingginya kasus demam berdarah dengue harus menjadi perhatian serius seluruh pihak karena penyakit tersebut berpotensi menimbulkan komplikasi, terutama pada pasien dengan penyakit penyerta.
RSUD dr Soedarso Perkuat IPC
Karena itu, RSUD dr Soedarso terus memperkuat sistem pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit melalui pendekatan Infection Prevention and Control (IPC) yang komprehensif.
“Pencegahan penularan di rumah sakit harus dilakukan melalui pendekatan IPC yang komprehensif, didukung kesiapan logistik, SDM, ruang isolasi, dan sistem surveilans aktif,” katanya.
• Hingga Mei 2026, RSUD dr Soedarso Telah Tangani 67 Pasien DBD
Ia menjelaskan kesiapan rumah sakit menjadi faktor penting dalam menghadapi peningkatan kasus penyakit menular agar keselamatan pasien, tenaga kesehatan maupun masyarakat tetap terjaga.
“Kesiapan rumah sakit dalam menghadapi peningkatan kasus penyakit menular merupakan komponen penting dalam menjaga keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas,” tegasnya.
RSUD dr Soedarso juga terus melakukan penguatan layanan mulai dari kesiapan tenaga medis, ruang observasi, kapasitas tempat tidur pasien hingga penguatan pemeriksaan laboratorium untuk mendukung penanganan dini kasus dengue.
Selain itu, pengendalian vektor dan edukasi kepada tenaga kesehatan mengenai tata laksana dini serta pencegahan komplikasi terus dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan rumah sakit.
Hary Agung menambahkan, pengendalian penyakit menular tidak dapat dilakukan sendiri oleh rumah sakit, melainkan membutuhkan dukungan berbagai pihak secara bersama-sama.
“Pendekatan multidisiplin dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian penyakit menular,” pungkasnya.
• Dinkes Kalbar Catat 970 Kasus DBD Sepanjang 2026, Empat Orang Meninggal
179 Korban DBD di Kapuas Hulu Sepanjang 2026
Kasus DBD masif terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu.
Sepanjang 2026, sebanyak 179 orang yang menjadi korban penyakit DBD gigitan nyamuk.
RSUD dr Soedarso
DBD
kasus dbd kalbar
Kasus DBD di Pontianak
RSUD dr Soedarso Pontianak
Demam Berdarah Kalbar 2026
Data Kasus Dengue Soedarso
| Hingga Mei 2026, RSUD dr Soedarso Telah Tangani 67 Pasien DBD |
|
|---|
| Dinkes Kalbar Catat 970 Kasus DBD Sepanjang 2026, Empat Orang Meninggal |
|
|---|
| Aziz Bersyukur Anak DBD Membaik! DBD di Kapuas Hulu Meledak Capai 179 Kasus |
|
|---|
| Update DBD Kapuas Hulu Terbaru: Total 179 Kasus, 1 Anak Meninggal Dunia dan 5 Pasien Masih Dirawat |
|
|---|
| 5 Pasien DBD Masih Dirawat di Kapuas Hulu, Dinkes Imbau Warga Gencarkan 3M |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/nyamuk-Dengue-penyebab-DBD-RSUD-dr-Soedarso-mencatatkan.jpg)