Waspada DBD

Hingga Mei 2026, RSUD dr Soedarso Telah Tangani 67 Pasien DBD

Menurut Hary Agung, tingginya jumlah kasus dengue berpotensi memicu komplikasi kesehatan yang lebih serius

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Tri Pandito Wibowo
GEDUNG RSUD SOEDARSO - Direktur RSUD dr Soedarso, drg Hary Agung Tjahyadi, mengatakan berdasarkan laporan Minggu Epidemiologi ke-18 Tahun 2026, terdapat sejumlah penyakit menular yang masih mendominasi pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Peningkatan kewaspadaan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman penyebaran penyakit menular yang dinilai masih berpotensi menimbulkan wabah, terutama pada musim dengan curah hujan tinggi dan kondisi lingkungan yang mendukung berkembangnya nyamuk penyebab DBD.
  • Direktur RSUD dr Soedarso, drg Hary Agung Tjahyadi, mengatakan berdasarkan laporan Minggu Epidemiologi ke-18 Tahun 2026, terdapat sejumlah penyakit menular yang masih mendominasi pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Rumah sakit milik pemerintah terbesar di Kalimantan Barat, RSUD dr Soedarso, meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi lonjakan penyakit menular sepanjang tahun 2026. 

Langkah tersebut dilakukan menyusul masih tingginya jumlah kasus suspek dengue atau demam berdarah dengue (DBD) yang ditangani rumah sakit dalam beberapa bulan terakhir.

Peningkatan kewaspadaan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman penyebaran penyakit menular yang dinilai masih berpotensi menimbulkan wabah, terutama pada musim dengan curah hujan tinggi dan kondisi lingkungan yang mendukung berkembangnya nyamuk penyebab DBD.

Direktur RSUD dr Soedarso, drg Hary Agung Tjahyadi, mengatakan berdasarkan laporan Minggu Epidemiologi ke-18 Tahun 2026, terdapat sejumlah penyakit menular yang masih mendominasi pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

“Pada Minggu Epidemiologi ke-18 Tahun 2026, penyakit berpotensi wabah yang mendapat perhatian di RSUD dr Soedarso adalah Suspek Dengue, Diare Akut, Pneumonia, ISPA, Suspek Campak, GHPR, dan Suspek Meningitis atau Ensefalitis,” ujarnya.

Lonjakan Penumpang KM Dharma Ferry 2 Rute Ketapang-Semarang Naik 60 Persen Jelang Idul Adha 2026

Berdasarkan data rumah sakit, jumlah pasien yang menjalani penanganan akibat DHF atau Demam Berdarah Dengue sejak Januari hingga Mei 2026 mencapai 67 orang. 

Angka tersebut menunjukkan bahwa kasus dengue masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak.

Kasus tertinggi tercatat terjadi pada Januari 2026 dengan total 22 pasien. Selanjutnya pada Februari terdapat 15 pasien, Maret sebanyak sembilan pasien, April 13 pasien dan Mei delapan pasien.

Menurut Hary Agung, tingginya jumlah kasus dengue berpotensi memicu komplikasi kesehatan yang lebih serius, terutama pada pasien yang memiliki penyakit penyerta atau kondisi kesehatan tertentu.

Karena itu, pihak rumah sakit terus memperkuat sistem pencegahan dan pengendalian infeksi melalui pendekatan IPC atau Infection Prevention and Control secara menyeluruh di seluruh area pelayanan rumah sakit.

“Pencegahan penularan di rumah sakit harus dilakukan melalui pendekatan IPC yang komprehensif, didukung kesiapan logistik, SDM, ruang isolasi, dan sistem surveilans aktif,” katanya.

Ia menegaskan, kesiapan fasilitas kesehatan menjadi faktor penting dalam menghadapi peningkatan kasus penyakit menular agar keselamatan pasien, tenaga kesehatan hingga masyarakat luas tetap terjaga secara optimal.

“Kesiapan rumah sakit dalam menghadapi peningkatan kasus penyakit menular merupakan komponen penting dalam menjaga keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas,” tegasnya.

Petugas IGD Puskesmas di Kapuas Hulu Diingatkan Tetap Siaga, Sudarso Sebut Berikan Pelayanan Prima

Sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan, RSUD dr Soedarso juga terus memperkuat layanan kesehatan mulai dari kesiapan tenaga medis, ruang observasi pasien, kapasitas tempat tidur hingga peningkatan kemampuan pemeriksaan laboratorium guna mendukung deteksi dan penanganan dini kasus dengue.

Tidak hanya fokus pada pelayanan pasien, rumah sakit juga memperkuat upaya pengendalian vektor penyakit serta memberikan edukasi kepada tenaga kesehatan terkait tata laksana dini penanganan dengue dan pencegahan komplikasi yang dapat membahayakan kondisi pasien.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved