Waspada DBD

5 Pasien DBD Masih Dirawat di Kapuas Hulu, Dinkes Imbau Warga Gencarkan 3M

Sebanyak lima pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjalani perawatan medis di rumah sakit

Tayang:
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/KOLASE/SID
DBD - Penyakit DBD merebak di Kapuas Hulu. Sebanyak 179 orang terkena dan harus dilarikan ke rumah sakit. 1 orang meninggal dunia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Sebanyak lima pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjalani perawatan medis di rumah sakit di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa 19 Mei 2026.

Tiga pasien dirawat di RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, sementara dua pasien lainnya menjalani perawatan di RSUD Semitau.

Meski demikian, kondisi kelima pasien dilaporkan terus membaik dan diperkirakan segera diperbolehkan pulang dalam waktu dekat.

Satu di antara orang tua pasien DBD, Aziz, mengatakan kondisi anaknya kini sudah jauh lebih baik setelah mendapatkan penanganan medis.

“Alhamdulillah sekarang sudah lebih ceria, hanya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Mudah-mudahan cepat pulang karena sudah tiga hari dirawat,” ujarnya kepada Tribun Pontianak.

Baca juga: Ruko di Jalan Kalimantan Singkawang Nyaris Terbakar, Damkar Berhasil Padamkan Api

Aziz menuturkan, anaknya yang masih berusia enam tahun awalnya mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Karena khawatir, ia langsung membawa anaknya ke rumah sakit untuk diperiksa.

“Saya takut karena panasnya tidak sembuh-sembuh. Setelah dicek laboratorium ternyata positif DBD,” katanya.

Ia bersyukur kondisi anaknya tidak terlalu parah karena penanganan dilakukan dengan cepat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas PPKB) Kapuas Hulu, jumlah kasus DBD sepanjang tahun 2026 mencapai 179 kasus.

Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia, 173 pasien dinyatakan sembuh, dan lima pasien masih menjalani perawatan.

Dinkes Imbau Warga Rutin Terapkan 3M

Kepala Dinas PPKB Kapuas Hulu, Sudarso, mengimbau masyarakat agar rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M minimal sekali dalam sepekan.

Adapun 3M yang dimaksud yakni menguras tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, menutup rapat tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan losion anti nyamuk saat beraktivitas di luar rumah dan memakai kelambu saat tidur guna menghindari gigitan nyamuk.

“Memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau tempat penampungan air juga bisa membantu mencegah perkembangan nyamuk,” ujarnya.

Sudarso juga menyarankan masyarakat menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender, serai, dan zodia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved