Karhutla Kalbar

Api Mendekat ke Rumah, Warga Sungai Raya Dilanda Kepanikan Akibat Karhutla

Melihat api semakin membesar, Hafizah segera memanggil tetangga untuk membantu menyiram api sambil menghubungi pihak pengelola

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Chris Hamonangan Pery Pardede
KARHUTLA KALBAR - Proses pemadaman karhutla yang terjadi di Jalan Wonodadi 2, Komplek Gold Losari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Api dilaporkan hampir merembet ke rumah warga sehingga menimbulkan kepanikan. Seorang warga setempat, Hafizah, mengaku khawatir karena api terus mendekat ke rumahnya. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang warga setempat, Hafizah, mengaku khawatir karena api terus mendekat ke rumahnya. 
  • Ia mengatakan, kebakaran lahan sebenarnya sudah terlihat sejak sehari sebelumnya di area belakang rumah warga sebelah kanan, namun asap sempat menghilang pada sore hari.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dan beberapa di antaranya dilaporkan sudah mendekati permukiman warga.

Salah satu peristiwa karhutla terjadi di Jalan Wonodadi 2, Komplek Gold Losari, Kecamatan Sungai Raya, pada Jumat, 23 Januari 2026. 

Api dilaporkan hampir merembet ke rumah warga sehingga menimbulkan kepanikan.

Seorang warga setempat, Hafizah, mengaku khawatir karena api terus mendekat ke rumahnya. 

Ia mengatakan, kebakaran lahan sebenarnya sudah terlihat sejak sehari sebelumnya di area belakang rumah warga sebelah kanan, namun asap sempat menghilang pada sore hari.

"Sekitar pukul 13.00 WIB saya kembali melihat asap di belakang rumah. Pukul 13.30 WIB saya menghubungi petugas yang biasa mengawasi perumahan, lalu sekitar pukul 14.00 WIB api sudah mulai menjalar ke arah sini," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya Sebut Tujuan Penyegelan Lahan Guna Penyelidikan Lebih Lanjut

Melihat api semakin membesar, Hafizah segera memanggil tetangga untuk membantu menyiram api sambil menghubungi pihak pengelola perumahan dan rekannya yang bekerja di pemadam kebakaran.

Ia mengaku sempat panik hingga menangis saat mengetahui api sudah sangat dekat dengan rumahnya. 

Menurutnya, api terlihat besar dengan asap hitam pekat disertai suara yang membuatnya ketakutan.

"Saya kira tadi bunyinya suara hujan, ternyata suara api yang terbakar. Saya kebetulan sendirian di rumah, jadi saya panik dan minta tolong tetangga," katanya.

Hafizah menambahkan, api sebenarnya sudah mulai merembet sejak sekitar pukul 13.00 WIB, namun kondisi angin kencang sekitar pukul 13.30 WIB membuat kobaran api semakin membesar dan cepat menjalar.

Hingga kini, ia mengaku masih waspada karena khawatir api kembali mendekat. Bahkan, sejak kejadian tersebut ia mengaku sulit beristirahat dengan tenang.

"Tidur pun dari kemarin tidak tenang, karena sudah diingatkan pemadam bahwa api kemungkinan besar akan merembet ke sini," tutupnya.

Sementara itu, warga lainnya, Ita, mengatakan saat kejadian dirinya sedang bekerja dan mendapat telepon dari keponakannya yang mengabarkan adanya kebakaran lahan di kawasan perumahan tersebut.

"Saya lalu menghubungi anak saya dan bilang kalau ada kebakaran lahan di belakang rumah. Setelah dapat kabar itu saya langsung panik dan pulang ke rumah sekitar pukul 14.30 WIB," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved