Dapur SPPG dan Mitra Sudah Siap, Siswa SMAN 1 Sambas Segera Terima MBG
Akselerasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah perbatasan terus bergerak masif.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
Program ini merupakan salah satu pilar strategi jangka panjang pemerintah untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.
Siapa Saja Sasarannya?
Program ini menyasar kelompok masyarakat yang berada dalam fase pertumbuhan krusial, antara lain:
Anak usia dini (PAUD/TK).
Pelajar sekolah tingkat dasar dan menengah (SD, SMP, SMA, dan sederajat).
Santri di pesantren.
Ibu hamil dan ibu menyusui.
Balita.
Apa Tujuan Utamanya?
Menekan Angka Stunting: Memberikan intervensi nutrisi langsung pada anak-anak dan ibu hamil untuk mencegah tengkes (stunting) atau gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis.
Meningkatkan Kualitas Belajar: Memastikan siswa memiliki energi dan fokus yang cukup di sekolah, sehingga konsentrasi dan prestasi belajar meningkat.
Mengurangi Ketimpangan Gizi: Membantu keluarga kurang mampu agar anak-anak mereka tetap mendapatkan asupan protein dan vitamin yang layak.
Menggerakkan Ekonomi Lokal: Bahan baku makanan (seperti beras, sayur, lauk-pauk, dan susu) wajib diserap dari petani, peternak, dan UMKM lokal di sekitar satuan pelayanan dapur.
Bagaimana Sistem Operasionalnya?
Di lapangan, program ini dikomandoi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Mereka membangun infrastruktur khusus yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sering disebut "Dapur Pusat".
Dapur-dapur inilah yang memproduksi makanan sehat sesuai standar ahli gizi, lalu mendistribusikannya secara harian langsung ke sekolah-sekolah atau titik kumpul sasaran. (*)
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Baca Berita Terbaru di GOOGLE NEWS
| Era Baru Logistik Kalimantan: Pelabuhan Internasional Kijing Sukses Bongkar Muat Peti Kemas Perdana |
|
|---|
| Dinkes Singkawang Harap Program MBG 3B Mampu Dongkrak Kunjungan Balita ke Posyandu |
|
|---|
| Wabup Heroaldi Sebut Realisasi Anggaran 2025 Capai 97,74 Persen |
|
|---|
| 12 Tempat Wisata di Ketapang yang Wajib Dikunjungi, dari Pantai hingga Keraton Bersejarah |
|
|---|
| GAPKI Kalbar: Fluktuasi Harga Sawit Masih Normal, Pengawasan Tata Niaga TBS Perlu Diperkuat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/SMAN-1-Sambas-Rabu-10-Juni-2026.jpg)