Dinkes Singkawang Harap Program MBG 3B Mampu Dongkrak Kunjungan Balita ke Posyandu

Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kota Singkawang melirik potensi besar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B sebagai stimulus baru.

Tayang:
Penulis: Widad Ardina | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Widad Ardina
BERI PENJELASAN - Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes KB Kota Singkawang, Hazimi. Ia mengungkapkan bahwa pemantauan rutin di Posyandu merupakan kunci krusial dalam mendeteksi dini sekaligus menekan angka stunting di wilayah tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kota Singkawang melirik potensi besar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B sebagai stimulus baru.
  • Program nasional ini diharapkan mampu mendongkrak angka partisipasi atau kunjungan balita ke Posyandu secara signifikan.
  • Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes KB Kota Singkawang, Hazimi, mengungkapkan bahwa pemantauan rutin di Posyandu merupakan kunci krusial dalam mendeteksi dini sekaligus menekan angka stunting di wilayah tersebut.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kota Singkawang melirik potensi besar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B sebagai stimulus baru.

Program nasional ini diharapkan mampu mendongkrak angka partisipasi atau kunjungan balita ke Posyandu secara signifikan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes KB Kota Singkawang, Hazimi, mengungkapkan bahwa pemantauan rutin di Posyandu merupakan kunci krusial dalam mendeteksi dini sekaligus menekan angka stunting di wilayah tersebut.

"Mudah-mudahan dengan adanya program MBG 3B ini, magnetnya bisa meningkatkan cakupan kunjungan balita di Posyandu. Dengan begitu, kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak kita dapat terpantau secara rutin dan berkala,” ujar Hazimi, Rabu 10 Juni 2026.

Menanti Rilis Resmi Data SSGI Kemenkes

Terkait peta sebaran dan angka riil stunting di Kota Singkawang saat ini, Hazimi mengakui bahwa berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM), grafik prevalensi stunting di wilayahnya belum menunjukkan penurunan yang landai.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa fluktuasi data tersebut belum bisa disimpulkan secara final.

Pasalnya, daerah masih terkendala absennya indikator survei makro terbaru.

"Survei SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) untuk tahun 2025 kemarin memang tidak ada. Sedangkan untuk survei tahun 2026 ini belum dilaksanakan. Kami masih menunggu instruksi dan pelaksanaan resmi dari Kementerian Kesehatan," jelasnya.

Intervensi Multipintu Tetap Digencarkan

Kendati masih menunggu kepastian data SSGI terbaru, Dinkes KB Singkawang memastikan mesin pencegahan stunting di lapangan tidak mengendur. Sejumlah program intervensi spesifik dan sensitif tetap digulirkan secara agresif dari hulu ke hilir.

Editor merangkum 5 pilar gerakan pencegahan stunting yang saat ini sedang berjalan masif di Kota Singkawang:

Hulu Pemantauan: Penyuluhan komprehensif dan pemeriksaan kesehatan wajib bagi Calon Pengantin (Catin).

Sektor Remaja: Aksi Bergizi di sekolah-sekolah lewat pendistribusian rutin Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri guna mencegah anemia.

Fase Kehamilan: Gerakan Bumil Sehat untuk mengawal nutrisi ibu mengandung.

Gerakan Lapangan: Gerakan Cegah Stunting yang menyasar kantong-kantong padat penduduk.

Validasi Data: Pelaksanaan Intervensi Serentak melalui penimbangan dan pengukuran antropometri pada seluruh balita oleh kader Posyandu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved