Bahasa Daerah Mulai Tergerus, Ini Kata Duta Bahasa Kalbar dan Kadisdikbud

penggunaan bahasa daerah dan bahasa Indonesia dapat berjalan berdampingan tanpa harus saling menggantikan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Widad Ardina | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA
DUTA BAHASA - Rahma Anggit Khairunnisa berhasil meraih prestasi membanggakan sebagai Duta Bahasa Terbaik Provinsi Kalimantan Barat 2026. Ia menilai penguatan dan pelestarian bahasa daerah menjadi hal yang sangat penting dilakukan saat ini, terutama di tengah perubahan gaya hidup generasi muda yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi dan budaya global. 

Menurutnya, penggunaan bahasa daerah dan bahasa Indonesia dapat berjalan berdampingan tanpa harus saling menggantikan.

Rahma menilai kondisi bahasa daerah saat ini memang semakin memprihatinkan. Salah satu penyebab utamanya adalah berkurangnya jumlah penutur asli, terutama dari kalangan orang tua dan tetua adat yang sebelumnya menjadi sumber utama pembelajaran bahasa daerah bagi generasi muda.

Akibatnya, banyak anak muda saat ini yang mulai kesulitan memahami bahkan menggunakan bahasa daerah mereka sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

Selain faktor minimnya penutur, perkembangan globalisasi dan teknologi komunikasi juga dinilai menjadi tantangan besar bagi pelestarian bahasa daerah

Kehadiran media sosial, tren digital, dan budaya luar membuat penggunaan bahasa lokal semakin jarang ditemukan di kalangan generasi muda.

“Teknologi komunikasi seperti media sosial juga menjadi salah satu faktor kuat yang menyebabkan bahasa daerah semakin tergerus,” jelasnya.

Karena itu, Rahma berharap penguatan bahasa daerah ke depan dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih relevan dengan dunia anak muda, seperti melalui konten digital, media sosial, karya kreatif, hingga aktivitas budaya yang menarik dan mudah diterima generasi masa kini.

“Penguatan bahasa daerah harus dilakukan dengan mengubah stigma dan menghadirkan strategi yang lebih kreatif agar bahasa daerah tetap lestari dan relevan dengan perkembangan zaman,” pungkasnya.

BPBD Kalbar Gandeng Manggala Agni Padamkan Karhutla di Kubu Raya

Kadisdikbud : Konsep Trigarta Bangun Bahasa di Jenjang PAUD hingga SMA

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Singkawang, Asmadi, menyampaikan seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA/sederajat di Kota Singkawang diwajibkan menerapkan konsep Trigatra Bangun Bahasa.

Konsep tersebut menekankan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama, pelestarian bahasa daerah, serta penguasaan bahasa asing sebagai bekal menghadapi perkembangan global.

“Peserta didik harus mengutamakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Inilah yang kami sebut sebagai Trigatra Bangun Bahasa,” jelasnya, pada Jumat 5 Juni 2026.

Asmadi menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama PGRI Kota Singkawang telah merumuskan rancangan kurikulum yang memasukkan Bahasa Melayu Sambas sebagai bagian dari mata pelajaran muatan lokal.

Ia berharap Bahasa Melayu Sambas dapat menjadi ruang dalam dunia pendidikan sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat karakter generasi muda di Kota Singkawang. (*)

- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Baca Berita Terbaru di GOOGLE NEWS 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved