Abrasi Pantai Arung Parak Capai 20 Meter per Tahun, Sambas Minta Dukungan Pemerintah Pusat

Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat kehilangan lahan setiap tahun dan sejumlah rumah warga berada dalam ancaman.

Tayang:
Penulis: Imam Maksum | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Imam Maksum
TINJAU PANTAI - Bupati Sambas Satono bersama Stafsus Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, meninjau kawasan Pantai Arung Parak, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu 6 Juni 2026. Kunker memantau kondisi abrasi di bibir pantai Arung Parak. Lebih dari 100 meter garis pantai tergerus abrasi di lokasi itu dan mengancam rumah warga. 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Sambas Satono bersama Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Herzaky Mahendra Putra meninjau Pantai Arung Parak di Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, yang mengalami abrasi parah hingga hampir 20 meter per tahun.
  • Abrasi tersebut telah menggerus lebih dari 100 meter garis pantai dan mengancam lahan serta permukiman warga. Satono menyatakan kemampuan anggaran daerah terbatas sehingga membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk membangun pengaman pantai.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS –  Bupati Sambas Satono mendampingi Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, meninjau kawasan Pantai Arung Parak, Desa Arung Parak, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu (6/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung dampak abrasi yang terus menggerus garis pantai dan mengancam permukiman masyarakat di wilayah pesisir perbatasan tersebut.

Herzaky Tinjau Pembangunan di Sambas, Diharapkan Lindungi Warga dari Abrasi

Abrasi Capai 20 Meter per Tahun

Berdasarkan hasil peninjauan, abrasi di Pantai Arung Parak mencapai hampir 20 meter per tahun. Bahkan lebih dari 100 meter garis pantai telah hilang akibat terjangan ombak dan arus laut.

Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat kehilangan lahan setiap tahun dan sejumlah rumah warga berada dalam ancaman.

Satono: Daerah Butuh Dukungan Pemerintah Pusat

Bupati Sambas Satono mengatakan kemampuan fiskal daerah sangat terbatas untuk menangani abrasi yang terus terjadi.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap pemerintah pusat dapat membantu pembangunan infrastruktur pengaman pantai untuk melindungi masyarakat dan wilayah pesisir.

“Kami berharap negara benar-benar hadir. Abrasi di kawasan ini mencapai sekitar 20 meter per tahun. Setiap tahun masyarakat kehilangan lahan, bahkan rumah-rumah warga terancam,” kata Satono.

Menurutnya, Sambas memiliki posisi strategis sebagai kabupaten paling utara di Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.

Herzaky Tinjau Langsung Lokasi yang Paling Mendesak

Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Herzaky Mahendra Putra menjelaskan kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan usulan pembangunan pengaman pantai sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Ia mengungkapkan, lokasi yang ditinjau saat ini dinilai lebih mendesak dibanding titik usulan sebelumnya karena tingkat abrasi yang sangat tinggi.

“Setelah berdiskusi dan meninjau langsung bersama pemerintah daerah serta masyarakat, kami melihat lokasi yang lebih mendesak justru berada di kawasan ini karena tingkat abrasi yang sangat tinggi,” ujarnya.

Abrasi Ancam Permukiman dan Aktivitas Ekonomi

Menurut Herzaky, abrasi yang terus terjadi bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat pesisir.

Abrasi berpotensi merusak permukiman warga, fasilitas publik, serta mengganggu aktivitas ekonomi yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Bahkan dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kawasan perbatasan dan ruang laut Indonesia.

Pengaman Pantai Dinilai Bernilai Strategis Nasional

Herzaky menegaskan pembangunan pengaman pantai di kawasan tersebut memiliki nilai strategis karena Sambas merupakan salah satu wilayah terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved