Hasil pemeriksaan medis memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh HP.
Ayah korban, AO, menegaskan bahwa menurut pengakuan anaknya, pelaku sebenarnya adalah C, bukan AR.
Aplikasi tersebut terintegrasi dengan sistem imigrasi, bea cukai, dan karantina, sehingga mempermudah proses pemeriksaan di pintu masuk negara.
Menurut Yusuf, kesiapan telah dilakukan menyeluruh, baik dari sisi sistem, sarana prasarana, maupun sumber daya manusia.
Salah satu peserta, Kresensia Yulitha dari Persatuan Sumpit Pontianak, mengaku senang dapat ikut berpartisipasi.
“Dana hibah ini kami terima melalui Dispora Kota Pontianak. Hari ini kami minta cabang olahraga yang belum mengambil agar segera mencairkan
Sekretaris LPHD Teluk Bakung, Nikosius, mengakui program silvopastura belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan ekonomi warga.
Lebih lanjut, Kapolda menuturkan beberapa orang yang telah diamankan pada aksi-aksi sebelumnya sudah kita kembalikan.
Selain itu, tuntutan lain mencakup evaluasi kinerja Satgas PKH di Kalbar, pemerataan sarana-prasarana pendidikan, hingga pengawalan
Orangtua agar memberikan edukasi kepada anak agar tak mudah terprovokasi dan termakan hoax serta tidak mudah terhasut ajakan negatif
Yang paling penting adalah mematuhi petugas agar perjalanan tetap aman dan selamat sampai tujuan
Kami melayani sepenuh hati sesuai aturan yang berlaku di institusi kepolisian,” tegasnya. Dalam aksi tersebut
Sepeda motor dinas milik Polisi dibakar massa di kawasan Bundaran Tugu Digulis, Kota Pontianak, pada Jumat 29 Agustus 2025 malam.
Waka Polda mengungkapkan barang bukti yang dimusnahkan saat konferensi pers ini meliputi sabu seberat 79,817 Kilogram dan 54,785 butir ekstasi.
Terkait maraknya isu perdagangan orang, Anggiat mengungkapkan bahwa Kalimantan Barat salah satu jalur perlintasan yang rawan.
Selain itu, Head of Marketing & Sales MMKSI wilayah Kalimantan, Sulawesi & IBT, Ade Rolas, menegaskan bahwa Kalbar menjadi salah satu
Curahan hati para korban peredaran uang palsu di Pontianak ungkap kelakukan pasangan suami istri di Pontianak makan bakso lalu bayar pakai upal.
Kisah pilu seorang nenek pedagang di Pontianak Timur sudah 3 kali menjadi korban uang palsu (upal) lengkap kronologi dan modus licik pelaku.
“Motif para pelaku murni faktor ekonomi, dengan sengaja memproduksi uang palsu untuk memperoleh keuntungan,” pungkasnya.
Meski demikian, Endra menilai pemberlakuan aturan ini juga menimbulkan tantangan baru bagi musisi kafe maupun pengelola kafe.