Uskup Sintang: Anak Sekami Harus Bisa Teladan Orang Katolik yang Baik
Karnaval juga dijaga dan dikawal oleh anggota Polri dan TNI. Sepanjang perjalanan, arus lalu lintas terlihat bergerak lambat namun relatif lancar.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Gawai Akbar yang diselenggarakan oleh Keuskupan Sintang yakni Jambore Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (Sekami) Tahun 2025 secara resmi dimulai pada Selasa, 1 Juli 2025 sore dengan melaksanakan karnaval dari lapangan belakang SMA Negeri 2 Sintang menuju venue utama di Halaman Persekolahan Panca Setya 2 Sintang.
Sejak pukul 14.00 sebanyak 1.200 anak dan remaja yang berasal dari 38 paroki yang ada di Keuskupan Sintang ditambah peserta tamu Sekami Keuskupan Ketapang dan Keuskupan Agung Pontianak sudah berkumpul.
Rombongan karnaval mulai bergerak pukul 14. 30. Karnaval diawali dengan kelompok Drumb Band SMA Panca Setya Sintang diikuti peserta sesuai parokinya masing-masing.
Karnaval juga dijaga dan dikawal oleh anggota Polri dan TNI. Sepanjang perjalanan, arus lalu lintas terlihat bergerak lambat namun relatif lancar.
Sepanjang perjalanan, peserta tampak semangat dan meneriakkan yel-yel masing-masing paroki. Yel-yel sendiri sudah disiapkan oleh setiap paroki sebagai penyemangat.
Anak dan remaja juga memakai pakaian adat Nusantara.
Pukul 15. 05 Drumb Band SMA Panca Setya sebagai kelompok paling depan terlihat sudah memasuki venue utama kegiatan di halaman persekolahan Panca Setya 2 Sintang.
Baca juga: Fraksi Demokrat Sintang Soroti Infrastruktur, Ekonomi, dan Lingkungan: Pemerintah Harus Lebih Serius
Setibanya di venue utama, peserta duduk sesuai kelompok yang sudah ditentukan panitia.
Uskup Sintang Pimpin Misa
Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap memimpin misa pembukaan Jambore Sekami Se Keuskupan Sintang di Venue Utama Halaman Persekolahan Panca Setya 2 Sintang pada Selasa, 1 Juli 2025 sore.
"Anak anak Sekami harus bisa menjadi contoh dan teladan, bagaimana menjadi orang Katolik yang baik dan benar. Saat berada di rumah, anak Sekami bisa memberikan contoh dan pendorongan kebaikan. Banyak hal yang bisa dibuat oleh anak Sekami. Begitu juga saat berada di tengah masyarakat, anak Sekami bisa menjadi contoh yang baik dalam bermasyarakat,"pesan Uskup Sintang.
Pada saat teman teman asik dengan handphone dan media sosial, anak Sekami kata Uskup harus mampu membuat perubahan di tengah teman-teman kalian.
"Kalian harus mampu memilah mana yang baik dan tidak baik. Banyak anak muda yang masuk ke dalam kegelapan, sehingga tidak mampu memilah baik dan buruk. Gunakan teknologi untuk kebaikan, jangan hanya menonton sesuatu yang tidak berguna. Belajar dan banyaklah. Jangan menjadi bintang yang redup,” ujar Uskup Sintang. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Gubernur Kalbar Ria Norsan Imbau Massa Aksi Jaga Kondusifitas dan Sampaikan Aspirasi dengan Damai |
![]() |
---|
Situasi Terkini Aksi Damai di Sekitar Bundaran Digulis Untan Pontianak |
![]() |
---|
Unjuk Rasa Sempat Berlanjut di Bundaran Digulis Jumat Malam |
![]() |
---|
Aksi Damai Berlanjut ke Bundaran Digulis |
![]() |
---|
PT Mitra Andalan Sejahtera Bantah Tuduhan FMCI |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.