Dapoer Sentosa Sajikan Sambal dan Lauk Olahan Pedas Khas Rumahan yang Nikmat dan Terjangkau
Dengan modal keberanian dan resep yang sudah teruji dari dapur sendiri, Farida mulai memperkenalkan produknya ke lingkungan sekitar.
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Di sudut dapur sederhana, pada suatu pagi yang biasa, seorang perempuan bernama, Farida Lidora tengah memasak. Uap dari wajan yang mengepul membawa aroma pedas menggoda dari sambal cumi asin yang ia racik penuh cinta.
Di rumah, sambal bukan sekadar pelengkap makan, melainkan kunci kenikmatan. Dari situ, Farida mulai mengolah berbagai jenis sambal untuk keluarganya.
Menu yang disajikan dari sambal tongkol suwir, ceker balado, hingga jengkol balado semuanya dibuat dengan tangan sendiri, dengan bumbu racikan turun-temurun yang ia sempurnakan dari waktu ke waktu.
“Awalnya, tidak ada niat untuk menjual. Masakan itu hanyalah bentuk cinta yang ia tuangkan di meja makan rumah. Namun, seperti kata pepatah yang dibuat dengan hati, akan sampai pula ke hati yang lain,” tutur perempuan kelahiran Bengkayang ini.
Suatu hari, Farida mulai iseng membagikan masakannya kepada tetangga dan teman. Sambutan mereka begitu hangat. Banyak yang memuji rasa sambalnya yang enak, lezat dan nagih. Dari situlah, ide untuk menjual sambal muncul, bukan karena ingin untung semata, tapi karena ingin berbagi rasa dan kebahagiaan.
• Dapoer Mak Lia, Sajikan Kue Tradisional dan Frozen Food Sehat Sejak 2017
Maka, pada 5 Agustus 2024, lahirlah Dapoer Sentosa, sebuah UMKM rumahan yang membawa misi sederhana menyajikan sambal dan lauk olahan pedas khas rumahan yang nikmat, terjangkau, dan menggugah selera.
Nama Dapoer Sentosa karena alamat tempat tinggalnya di Gang Sentosa, Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Dengan modal keberanian dan resep yang sudah teruji dari dapur sendiri, Farida mulai memperkenalkan produknya ke lingkungan sekitar.
“Karena semua serba digital, saya manfaatkan medsos dari instagram, tiktok dan tentu saja lewat unggahan status di whatsapp untuk menjual produk ini,” ujarnya.
Daftar menunya seperti bakso balado, cumi sambal ijo, hingga tempe bacem, tersimpan kekayaan rasa yang otentik dan sulit ditemukan di tempat lain.
Harga yang ditawarkan pun sangat bersahabat mulai dari Rp15.000 hingga Rp25.000, menjadikan Dapoer Sentosa cepat dikenal dan dicintai oleh berbagai kalangan, dari mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga pekerja kantoran.
Antusiasme masyarakat pun luar biasa. Tiap porsi yang dijual membawa senyum pembeli, tiap sambal yang dicicip jadi bahan cerita. Tak sedikit pelanggan yang membeli satu, lalu kembali untuk membeli lagi.
“Menurut pelanggan yang sudah beli, mereka bilang ini bukan cuma sambal, ini rasa rumahan yang selama ini kami cari,” ujar Farida.
• Kuliner Khas Pontianak Ini Tawarkan Sop Ikan Hiu Hingga Bubur Godok
Dapoer Sentosa berkembang perlahan tapi pasti. Tidak hanya menawarkan rasa, tapi juga menghadirkan kehangatan, kedekatan, dan kenangan akan rumah.
ESyar KTI 2025 di Pontianak, Bukan Sekadar Seremonial tapi Momentum Perkuat Ekonomi Syariah |
![]() |
---|
Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia Siap Digelar di Pontianak |
![]() |
---|
50 Soal PKWU Kelas 10 Ulangan/Ujian Semester 1 2025 Kurikulum Merdeka & Kunci Jawaban Kewirausahaan |
![]() |
---|
Diskumdag Pontianak Dorong Peningkatan Kualitas UMKM Lewat Berbagai Program |
![]() |
---|
Tak Semua Bisa! Ini Jenis Usaha yang Boleh Ajukan KUR BRI 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.