Demo Pelajar

Orangtua Kecewa Anaknya Gagal Masuk Kampus Impian Jalur SNBP Akibat Keteledoran SMAN 1 Mempawah

Dengan kekecewaan yang mendalam jelas Juli, para orangtua ingin oknum guru yang lepas dari tanggungjawab dimutasikan keluar dari Kabupaten Mempawah.

Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ramadhan
AUDIENSI DI SEKOLAH - Proses audiensi antara pihak sekolah dan orangtua siswa, di SMAN 1 Mempawah, Jalan Raden Kusno, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin 3 Februari 2025. Orang tua siswa merasa kecewa dengen keteledoran dan kelalaian pihak sekolah, yang mengakibatkan nasib 113 pelajar terutama anaknya gagal masuk kampus impian jalur tanpa tes program Eligible Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Salah satu orangtua pelajar SMAN 1 Mempawah, Juli Suryadi merasa kecewa dengen keteledoran dan kelalaian pihak sekolah, yang mengakibatkan nasib 113 pelajar terutama anaknya gagal masuk kampus impian jalur tanpa tes program Eligible Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun Ajaran 2024/2025.

Kekecewaan tersebut disampaikan Juli kepada awak media usai dilaksanakan Audiensi antara pihak sekolah dan orangtua siswa, di SMAN 1 Mempawah, Jalan Raden Kusno, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin 3 Februari 2025.

"Saya mengatasnamakan Wali Murid sangat merasakan kekecewaan yang para pelajar rasakan. Dengan kejadian ini menutup harapan anak-anak kita khusunya anak-anak berprestasi untuk masuk kampus impiannya melalui jalur SNBP," ujar Juli.

Juli mengatakan, kelalaian yang dilakukan pihak Sekolah ini sangat melukai para orang tua/wali murid dan merusak nama SMAN 1 Mempawah dengan sekolah berlabel Akreditasi A.

"Kami orangtua siswa sangat menyayangkan kelalaian ini bisa terjadi, sehingga dapat berdampak kepada psikis dan mental anak-anak kita di SMAN 1 Mempawah. Karena sudah memupuskan harapan mereka masuk ke kampus-kampus terbaik di Kalbar maupun luar Kalbar," tuturnya.

Setelah ini kata Juli, harapan para pelajar untuk melanjutkan pendidikan ialah dengan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

"Solusi tadi yang diberikan sekolah adalah para siswa akan dibimbing oleh GO Bimbel dari Pontianak yang akan didatangkan ke Mempawah. Semoga anak-anak kita dapat mengikuti UTBK dan dapat masuk di kampus-kampus yang mereka inginkan dan cita-citakan. Namun itu peluangnya sudah semakin kecil," ujarnya menyampaikan keluh kesah para orang tua.

Juli berharap hal serupa tidak lagi terjadi karena dapat menggangu mental dan psikis anak-anak. Sebab tidak sedikit anak-anak yang menangis dan murung karena tidak bisa mengikuti program Eligible SNBP.

Baca juga: BREAKING NEWS - Heboh! Warga Singkawang Temukan Bayi Terbungkus Kain di Kelurahan Sungai Wie

"Dengan hal ini anak-anak kita trauma, mereka mencoba meraih prestasi dari kelas 10 sampai kelas 12 untuk dapat masuk Eligible SNBP namun semua gagal karena keteledoran dari pihak sekolah," katanya.

Dengan kekecewaan yang mendalam jelas Juli, para orangtua ingin oknum guru yang lepas dari tanggungjawab dimutasikan keluar dari Kabupaten Mempawah.

"Para orangtua ingin oknum guru tersebut dimutasikan dari SMAN 1 Mempawah dan dari Mempawah, bahkan ada yang meminta oknum guru tersebut diberhentikan. Yang jelas para orangtua berharap oknum guru tersebut di mutasi dari Mempawah, terserah mau dimana asal jangan di Mempawah," tegasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved