Pasca Wabah ASF, Pemprov Kalbar Pastikan Kondisi Ternak Babi Mulai Pulih
Hero mengatakan meski dari sisi masyarakat mulai melakukan budidaya babi, namun belum dengan perusahaan besar.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero mengatakan ternak babi pasca wabah African Swine Fever (ASF) atau virus babi di Provinsi Kalbar saat ini mulai pulih.
"Kita sudah melakukan evaluasi memang penyakit flu babi Afrika sudah menurun dan masyarakat sudah mulai lagi bergerak membudidayakan babi. Perkembangan komunitas ternak babi di Kalbar ini semenjak wabah ASF dan sekarang berangsur pulih," ujarnya di Pontianak, Sabtu 7 Desember 2024.
Hero mengatakan meski dari sisi masyarakat mulai melakukan budidaya babi, namun belum dengan perusahaan besar. Ia pun memaklumi belum bersedianya perusahaan besar untuk melakukan budidaya ternak babi.
"Pengusaha belum berani tapi kita memaklumi karena tentu butuh uji coba dan lainnya sehingga dalam skala besar bisa ternak babi. Kita memandang dari sisi positifnya bahwa di tingkat peternak-peternak mandiri yang kecil di kampung-kampung sudah mulai," ujarnya dia.
Kalbar sebelum wabah ASF menjadi sentra produksi babi bukan hanya untuk lokal namun jual ke luar. Namun untuk sekarang baru mulai bangkit. Saat ini produksi babi di Kalbar hanya sekitar 40 ribu ekor dalam setahun. Sedangkan sebelum ada ASF produksi mencapai 460 ribu ekor babi.
"Saat ini di Kalbar memerlukan lebih 50 ribu ekor untuk konsumsi. Berdasarkan data lalu lintas hewan yang dimasukkan ke Kalbar sudah lebih 51 ribu ekor. Babi untuk Kalbar didatangkan dari Bali dan lainnya," kata Hero.
Pemerintah Provinsi Kalbar sendiri menurutnya telah melakukan budidaya induk babi melalui instalasi pembibitan. Pada awal di instalasi ada 10 indukan dan saat ini dari proses yang berjalan sudah menghasilkan 80 anakan untuk indukan.
"Jadi generasi yang pertama ini akan kita jadikan indukan juga. Indukan pertama yang kita kembangkan mulai dari Desember 2023 sekarang 2024 mereka sudah menghasilkan keturunan. Itu akan dijadikan indukan lagi," paparnya.
Baca juga: Kisah Anita Wulandari, Lirik Peluang Usaha Baju Anak
Menurutnya setelah siap produksi, indukan yang ada akan didistribusikan atau dijual ke masyarakat untuk menjadi induk dan mungkin penggemukan dan lain sebagainya.
"Mudah-mudahan ini tidak ada halangan dan itu perkembangan yang sangat menggembirakan untuk mengembalikan budidaya ternak babi di Kalbar," jelasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Perhimpunan Perempuan Dayak Sintang Gelar Muscab, Bahas Penguatan Peran dan Kepengurusan Baru |
![]() |
---|
Valentinus Narung Lantik 14 Pengurus KOMAC Pemuda Katolik Sintang Periode 2025–2028 |
![]() |
---|
Resto Hotel Mercure Pontianak Tawarkan Paket Spesial untuk Acara Ulang Tahun dan Wedding |
![]() |
---|
Gerakan Pangan Murah Hadir di Parindu, Warga Antusias Serbu Beras dan Minyak Goreng Bersubsidi |
![]() |
---|
DPD MABT Mempawah Sambut Baik Terpilihnya Suyanto Tanjung Sebagai Ketua Umum DPP MABT Indonesia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.