Kapolres Sintang Sebut Tes Urine untuk Deteksi Dini dan Pencegahan Peredaran Narkoba dalam Lapas

"Kami coba dari lingkungan lapas. Karena banyak yang bilang  juga di lapas tempat peredaran narkoba. Untuk mengantisipasi hal itu karena kita butuh ya

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO
Kapolres Sintang, AKBP I Nyoman Budi Artawan melihat langsung proses tes urine WBP dan petugas Lapas Kelas II B Sintang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kapolres Sintang, AKBP I Nyoman Budi Artawan menyebut jika Sintang saat ini sudah dalam kategori zona merah atau darurat peredaran narkoba.

Menurut Kapolres, ada dua indikator kenapa Sintang disebut sudah darurat peredaran narkoba. Pertama, berdasarkan pengungkapan kasus Satres Narkoba jumlahnya melebihi Kabupaten lain di Kalbar. Lalu, lebih dari 50 persen penghuni Lapas diisi oleh napi kasus narkoba.

"Kenapa saya bilang darurat karena kita melihat tangkapan kita itu mayoritas pengguna narkoba, apalagi di lapas 50 persen. Tingkat kerawanan narkoba kalau semua kita tangkap (lapas penuh). Kita lihat hasil tangkapan kalau grafik mungkin dari BNN lebih tau dataanya. Cuma kalau yang kita tangkap sudah sangat tinggi persentasenya dibandingkan dengan Kabupaten lain di kalbar," kata Nyoman menghadiri sosialisasi sekaligus tes urine WBP dan petugas Lapas Kelas II B Sintang, Rabu 13 November 2024.

Alasan kenapa WBP dan petugas Lapas dites urine juga bagian dari deteksi dini pencegahan  terhadap peredaran narkoba di dalam Lapas. Apalagi, dari 560 WBP, 52 persen di antaranya napi narkoba.

52 Persen Penghuni Lapas Sintang Napi Narkoba, Puluhan WBP Hingga Petugas Dites Urine

"Kami coba dari lingkungan lapas. Karena banyak yang bilang  juga di lapas tempat peredaran narkoba. Untuk mengantisipasi hal itu karena kita butuh yang pasti hari ini kita laksanakan tes urine. Untuk menjawab ada tidaknya narkoba dari dalam lapas. Sehingga kedepan saya yakin lapas bisa melakukan pembenahan," ujar Nyoman.

Kabupaten Sintang juga kata Nyoman rawan peredaran narkoba, karena berbatasan langsung dengan Malaysia.

"Kita gencar sosialisasi dengan BNK selama ini ke pelajar dengan harapan bisa berkurang. Satu sisi kita berbatasan langsung dengan Malaysia dan kita mejadi sorotan nasional karena peredaran narkoba lolos dari perbatasan seperti Sintang, sanggau dan lainnya. Narkoba juga sudah menyentuh kalangan pelajar, generasi kita," ungkap Nyoman. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved