Karhutla di Kalbar

Cegah Karhutla di Kalbar, Harisson Tegaskan Membakar Lahan Harus Sesuai Aturan 

Ia mengatakan memang untuk sejauh ini belum ditemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan oleh pihak perusahaan.  

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferlianus Tedi Yahya
Pj Gubernur Kalimantan Barat, Harisson. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus terus dicegah, dan dilakukan berbagai antisipasi.

Ia mengatakan memang untuk sejauh ini belum ditemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan oleh pihak perusahaan.  

Namun, ia menegaskan jangan sampai perusahaan di Kalbar main-main dengan karhutla. Begitu juga masyarakat yang membakar lahan untuk pertanian, juga harus mematuhi aturan yang telah tertuang didalam peraturan daerah.

“Sejauh ini belum ada laporan pantauan dari perusahaan yang membakar lahan, tapi saya ingatkan perusahaan jangan main-main dengan karhutla,”ujar Harisson, Rabu 30 Oktober 2024.

Harisson menegaskan bahwa Pemprov sudah berkali-kali menegaskan, apabila ada perusahaan di Kalbar yang terbukti membakar lahan, maka akan dituntut perdata maupun pidana sesuai aturan yang telah diatur.

Baca juga: Beberapa Kementrian Dilebur, Pj Gubernur Harisson : Prinsipnya Daerah Siap Ikuti Arahan

Harisson juga mengimbau kepada masyarakat atau petani apabila membakar lahan juga harus sesuai dengan aturan. Dikatakannya, untuk membakar lahan untuk pertanian boleh dilakukan dilahan mineral bukan gambut, dan hanya seluas 2 hektare. Lalu diberi pembatas seperti parit, dan harus dijaga , dan dilaporkan kepada kepala desa. 

“Masyarakat boleh membakar lahan untuk pertanian mereka dengan aturan boleh membakar lahan seluas 2 hektare, tapi tidak boleh di lahan gambut harus di lahan mineral. Dan itu harus dijaga dan dibuat parit untuk pembatas, dan harus diawasi,”tegas Harisson.

Dari pantauan kata Harisson, bahwa saat ini sebaran  28 titik hotspot di Sambas dan Ketapang. 

“Ini titik-titik api nya masih sedikit-sedikit, jadi menyebar. Saat ini helikopter yang patroli juga masih terus bergerak,”ucapnya. 

Ia mengatakan bahwa Karhutla ini terjadi, menurut dari laporan BMKG karena beberapa hari ini tidak ada turun hujan dan karhutla yang terjadi ini karena ada yang membakar ladang. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved