Pilkada Serentak 2024

Perkuat Jaringan Antar Daerah, Gema Kalbar Siap Advokasi Pemilih Pemula

Menurutnya, bagi setiap pasangan calon kepala daerah sudah seharusnya memahami betul berbagai problematika yang ada di tengah masyarakat.

Tayang:
Penulis: Didit Widodo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
DISKUSI - Jajaran pengurus Gema Kabar 'Posko Rajawali' usai diskusi di sekitaran Jl Nurali Pontianak Kota, belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTANAK -  Pelaksanaan kegiatan pengawasan partisipatif terus dikembangkan Gerakan Aliansi Masyarakat (Gema) Kalimantan Barat, jelang Pilkada Serentak 2024.

Sekertaris Gema Kalbar, Suparman menilai penguatan masyarakat sipil memang perlu dilakukan sejak dini dan hal inilah yang dilakukan pihaknya hingga kini, melakukan penguatan jaringan antar daerah.

“Kita perlu memantapkan langkah, memaksimalkan peran untuk hajatan Pilkada Serentak 2024 yang tengah berlangsung. Semoga ikhtiar ini bermanfaat untuk demokrasi,” jelasnya saat ditemui di ‘Posko Rajawali’ sekitaran Jl Nurali Pontianak, Kota, Kamis 17 Oktober 2024.

Di tengah-tengah kampanye tiga paslon Gubernur Kalbar, Parman menyampaikan bahwa Gema Kalbar juga melakukan konsolidasi dengan 14 kabupaten/kota untuk membidik segmentasi dan advokasi dalam pengembangan pusat pengawasan partisipatif ke depan.

“Sejauh ini konsolidasi kita pada teman-teman yang ada Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Ada beberapa segmentasi yang kita pilih untuk diadvokasi. Ada pemilih pemula, adik-adik mahasiswa, atau yang berbasis rukun tentangga dan rukun warga. Mereka butuh masukan dalam pilkada serentak nanti,” ujar Parman.  

Baca juga: Polda Kalbar Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Pilkada Night Run 2024

“Sementara Mempawah, Bengkayang, Sanggau, Sekadau, dan KKR nanti menyusul,” lanjutnya.

Menurut Parman, memperkuat jaringan antar daerah ini sangatlah penting, khususnya dalam menciptakan situasi yang kondusif pada Pemilu Kepala Daerah.

Lantaran dapat merajut dan menjalin semangat persatuan dan kesatuan bangsa serta menciptakan komitmen bersama untuk menjaga kokohnya Negara Kesatuan NKRI.

“Berbagai segmen kemasyarakatan ini memiliki peran penting dalam pelaksanaan pemilu Kepala Daerah Tahun 2024, oleh karenanya disampaikan pada jaringan Gema Kalbar di tiap daerah agar membantu dalam hal meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu Kepala Daerah Tahun 2024,” tandas aktivis 98 ini.

Parman juga sempat memaparkan tentang potensi kerawanan Pilkada, sehingga peran Ormas/LSM, dan NGO yang dinilainya sangat penting untuk menyukseskan Pilkada 2024 Kalbar.

“Mari kita jalin sinergitas bersama untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap aman, kondusif dan damai di Kalimantan Barat, sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan Pilkada 2024,” tegasnya.

Ketua Gema Kalbar, Posko Rajawali’, Hadri Novel atau akrap disapa Bang Toni menyampaikan pandangannya terkait dengan tim pemenangan tiga pasangan calon Pilgub Kalbar yang rata-rata diisi oleh para politisi.

Sebelum berbicara soal tim pemenangan, Toni lebih dulu menjelaskan tentang hal apa saja hal yang harus dilakukan oleh para pasangan calon yang akan berkontestasi di Pilkada 2024 ini.

Menurutnya, bagi setiap pasangan calon kepala daerah sudah seharusnya memahami betul berbagai problematika yang ada di tengah masyarakat.

Dengan begitu, maka setiap pasangan calon pun bisa menghadirkan berbagai program yang nantinya diharapkan bisa menjadi solusi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved