Berita Viral
RANGKUMAN Alasan Pemerintah Harus Melakukan Pembatasan BBM Subsidi Pertalite dan Gas Elpiji 3kg
Terkuak alasan pemerintah harus melakukan pembatasan BBM Subsidi hingga Gas Elpiji 3kg per 2024 yang hingga saat ini masih intens dibahas.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Terkuak alasan pemerintah harus melakukan pembatasan BBM Subsidi hingga Gas Elpiji 3kg per 2024 yang hingga saat ini masih intens dibahas.
Pemerintah berencana membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan liquefied petroleum gas (LPG) atau elpiji 3 kg.
Rencana pembatasan BBM subsidi itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melalui akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, Rabu 10 Juli 2024.
Selama ini, pemerintah menetapkan dua jenis BBM subsidi yang disalurkan melalui Pertamina, yakni Bio Solar dan Pertalite.
Sementara keinginan pemerintah untuk membatasi elpiji 3 kg, yang termasuk gas subsidi, dilontarkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.
• Terungkap Kendala Pembatasan BBM Subsidi Per 1 September 2024 hingga Kesiapan Pemerintah
Untuk berikut alasan pemerintah harus melakukan pembatasan BBM subsidi dan elpiji 3 kg?
Alasan pembatasan BBM subsidi
Luhut mengumumkan bahwa pemerintah akan membatasi BBM subsidi ketika membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mengalami defisit.
Karena alasan itulah pemerintah perlu melakukan efisiensi di berbagai sektor, salah satunya dengan memperketat pembelian BBM subsidi.
Menurut Luhut, pembatasan BBM subsidi dapat menghemat anggaran negara sekaligus mendorong penyaluran BBM subsidi menjadi lebih tepat sasaran.
“Sekarang Pertamina sudah menyiapkan, kita berharap 17 Agustus ini kita sudah bisa mulai, di mana orang yang tidak berhak dapat subsidi itu akan bisa kita kurangi,” jelas Luhut dikutip dari Kompas.com, Rabu.
Luhut menyampaikan, pemerintah juga ingin mencari pengganti BBM berbasis fosil, yaitu dengan mengembangkan bioetanol.
Bioetanol yang disinggung Luhut adalah jenis bahan bakar yang berasal dari fermentasi bahan-bahan organik, terutama tumbuhan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi.
Menurutnya, bioetanol merupakan pilihan bakar bahan yang lebih baik karena kandungan sulfurnya lebih rendah, yaitu sebesar 50 ppm, sementara kandungan sulfur pada bensin sebesar 500 ppm.
Tingginya kandungan sulfur pada bensin berpotensi berdampak untuk kesehatan manusia dan memengaruhi kualitas udara.
Biang Kerok Fenomena BBM Langka di SPBU hingga Pemerintah Turun Tangan |
![]() |
---|
Bocoran Kode Redeem Ballistic Hero Aktif September 2025 Lengkap Cara Klaim Hadiah di VNG Games |
![]() |
---|
REKOM Harga Emas Besok 30 Agustus 2025 Lengkap Semua Produk Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian |
![]() |
---|
Terungkap Dalang Demo DPR 2025 hingga Sebabkan Tragedi Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob |
![]() |
---|
Kasus Nurjanah Sukabumi, 15 Tahun Terkurung di Kamar 2x2 Kini Berharap Hidup Baru di Tahun 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.