Banjir Sintang

Stok Terbatas, Pemda Sintang Baru Salurkan 15 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir

"Sisanya disalurkan nanti setelah pemerintah menganggarkannya kembali. Karena kita ndak berani juga kalau stok beras cadangan sampai habis takut terja

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Anggota Koramil 1205-07/Sintang bersama beberapa rekan Babinsa lainnya membantu Pendistribusian Logistik Bantuan Bencana Banjir yang dilaksanakan di Kantor BPBD Kabupaten Sintang, Jalan Mt.Hariyono, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat baru selesai menyalurkan bantuan beras kepada warga terdampak banjir.

Total jumlah beras yang terdisribusikan sebanyak 15 ton khusus di Kecamatan Sintang. Sementara untuk kecamatan lain yang juga terdampak banjir, masih belum disalurkan karena stok cadangan beras pemerintah terbatas.

"Sebenanrya kebutuhan untuk bantuan warga terdampak banjir itu 70 ton lebih. Tetapi karena cadangan beras di pemkab sintang sangat terbatas jadi kita salurkan bertahap. 15 ton lebih disalurkan di kecamatan sintang," kata Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Abdul Syufriadi, Kamis 21 Maret 2024.

Penyaluran bantuan beras untuk warga terdampak banjir di kecamatan lain kata Abdul masih menunggu ketersediaan stok beras pemerintah.

Abdul tak ingin, semua beras cadangan pemerintah disalurkan ke warga terdampak banjir. Dikhawatirkan terjadi bencana lain yang juga harus diantispasi.

Banjir di Sintang Surut, Status Tanggap Darurat Batingsor Berakhir

"Sisanya disalurkan nanti setelah pemerintah menganggarkannya kembali. Karena kita ndak berani juga kalau stok beras cadangan sampai habis takut terjadi bencana yang lain misalnya contoh orang kebakaran, dan lainnya. Biasa bupati minta harus dibantu. Kalau sampai beras cadangan pemerintah tidak ada kita susah juga," ujar Abdul.

BPBD bersama dengan tim Satgas Batingsor sudah melakukan rapat koordinasi untuk membahas persoalan bantuan kepada warga terdampak banjir.

Selain akan menganggarkan di APBD perubahan, BPBD juga akan menyurati Pemprov Kalbar.

"Arahan sekda tadi kita pending dulu sampai pemerintah menganggarkannya kembali mengajukan ke bulog kemudian kita juga akan menyurati provinsi minta bantuan beras. Karena cadangan beras kita terbatas. Kalau provinsi stoknya banyak dan ndak semua kabupaten ini tekena bencana. Masyarakat bersabarlah menunggu bukan berarti tidak ada, bersabar saja menunggu, karena pak sekda sudah memerintahkan ketahanan pangan dan BPKAD untuk menyiapkan anggarannya kalau sudah ada pasti disalurkan," jelas Abdul. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved