DPRD Kota Pontianak
Remaja Bawa Sajam di Pontianak Makin Marak, Anggota DPRD: Harus Ada Program Nyata
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa mengatakan kejadian ini sangat miris.
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekelompok anak remaja yang membawa senjata tajam (Sajam) semakin marak di Kota Pontianak belakangan ini.
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa mengatakan kejadian ini sangat miris.
Bahkan menurutnya ke depan harus ada program nyata untuk mengurangi kejadian serupa terjadi.
"Saya melihat harus ada program nyata sih, program yang nyata terkait sebenarnya bagaimana kita bisa mengurangi tingkat kenakalan remaja," katanya kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu 16 Maret 2024.
Menurutnya lagi, jika tidak dilakukan pencegahan secara cepat, maka akan berdampak besar terhadap masa depan anak remaja tersebut.
"Kami saat ini melihat memang harus ada program nyata bagaimana pembinaan anak-anak ini untuk punya wadah pendekatan religi, punya wadah positif untuk mereka menyalurkan bakat dan kemampuannya. Mungkin kemampuan mereka untuk bertarung itu juga ada wadahnya di dunia olahraga silat, sehingga sebenarnya harus ada tempat pelampiasan mereka dalam hal ini," katanya.
• Diduga Hendak Perang Sarung di Pontianak Timur, 19 Remaja Diamankan Polisi
• Gerombolan Remaja Bersajam Meresahkan, Anggota DPRD Pontianak Ajak Warga Bergerak Untuk Pencegahan
Bebby juga menyebut sebagian anak remaja ini diduga karena adanya pengaruh dari zat-zat yang tidak baik, dalam hal ini narkoba, miras, bahkan lem. Sehingga mereka menjadi berani melakukan tindakannya.
"Ini adalah PR wali kota ke depan. Jadi, memang sekali lagi, perlu adanya program-program religi di sekolah. Salah satunya target wali kota misalnya menciptakan Hafiz dan Hafizah 5.000 - 10.000 misalnya selama satu periode wali kota ke depan," jelasnya.
"Inikan penting, karena sudah diterapkan juga di Jambi, sehingga kenakalan remaja menurun dan predikat kota layak anak meningkat. Ini merupakan sesuatu yang perlu kita adopsi untuk kita terapkan di kota pontianak," tambahnya.
Di sisi lain, dirinya juga mengatakan untuk remaja yang beragama non muslim, bisa dilakukan pendampingan ibadah, sehingga anak-anak ini bisa diberikan ketenangan jiwa sejak dini.
"Program mengatasi narkoba ini juga menjadi penting dilakukan pendekatan-pendekatan dan pemahaman bahaya narkoba. Kemudian wadah olahraga, ekonomi kreatif, seni, ini harus diperlihatkan. Sehingga anak-anak muda ini punya pelampiasan untuk hal-hal yang lebih positif," tutupnya.
(*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini
DPRD Kota Pontianak Ragukan Data Kemiskinan BPS |
![]() |
---|
Komisi IV DPRD Kota Pontianak, Mansyur : Keselamatan Pasien Lebih Utama daripada Administrasi |
![]() |
---|
DPRD Pontianak Dukung Kebijakan Pemkot Pengelolaan Sampah pada Bidang Jasa Makanan dan Minuman |
![]() |
---|
Ketua DPRD Pontianak Desak Pengusaha Tak Lagi Gunakan Gas Subsidi 3 Kg |
![]() |
---|
Usaha Laundry Gunakan LPG 3 Kg, Anggota DPRD Husin : Jika Masih Kedapatan Izinnya Dicabut Saja |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.