DPRD Kota Pontianak

Remaja Bawa Sajam di Pontianak Makin Marak, Anggota DPRD: Harus Ada Program Nyata

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa mengatakan kejadian ini sangat miris.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Ilustrasi keributan. Heboh peristiwa keributan empat pria bersenjata tajam terjadi pada Sabtu 15 April 2023 sekitar pukul 21.00 WIB, bertempat di Jl Komyos Sudarso, tepat di depan Gg Tri Dharma, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekelompok anak remaja yang membawa senjata tajam (Sajam) semakin marak di Kota Pontianak belakangan ini.

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa mengatakan kejadian ini sangat miris.

Bahkan menurutnya ke depan harus ada program nyata untuk mengurangi kejadian serupa terjadi.

"Saya melihat harus ada program nyata sih, program yang nyata terkait sebenarnya bagaimana kita bisa mengurangi tingkat kenakalan remaja," katanya kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu 16 Maret 2024.

Menurutnya lagi, jika tidak dilakukan  pencegahan secara cepat, maka akan berdampak besar terhadap masa depan anak remaja tersebut. 

"Kami saat ini melihat memang harus ada program nyata bagaimana pembinaan anak-anak ini untuk punya wadah pendekatan religi, punya wadah positif untuk mereka menyalurkan bakat dan kemampuannya. Mungkin kemampuan mereka untuk bertarung itu juga ada wadahnya di dunia olahraga silat, sehingga sebenarnya harus ada tempat pelampiasan mereka dalam hal ini," katanya.

Diduga Hendak Perang Sarung di Pontianak Timur, 19 Remaja Diamankan Polisi

Gerombolan Remaja Bersajam Meresahkan, Anggota DPRD Pontianak Ajak Warga Bergerak Untuk Pencegahan

Bebby juga menyebut sebagian anak remaja ini diduga karena adanya pengaruh dari zat-zat yang tidak baik, dalam hal ini narkoba, miras, bahkan lem. Sehingga mereka menjadi berani melakukan tindakannya.

"Ini adalah PR wali kota ke depan. Jadi, memang sekali lagi, perlu adanya program-program religi di sekolah. Salah satunya target wali kota misalnya menciptakan Hafiz dan Hafizah 5.000 - 10.000 misalnya selama satu periode wali kota ke depan," jelasnya.  

"Inikan penting, karena sudah diterapkan juga di Jambi, sehingga kenakalan remaja menurun dan predikat kota layak anak meningkat. Ini merupakan sesuatu yang perlu kita adopsi untuk kita terapkan di kota pontianak," tambahnya.

Di sisi lain, dirinya juga mengatakan untuk remaja yang beragama non muslim, bisa dilakukan pendampingan ibadah, sehingga anak-anak ini bisa diberikan ketenangan jiwa sejak dini.

"Program mengatasi narkoba ini juga menjadi penting dilakukan pendekatan-pendekatan dan pemahaman bahaya narkoba. Kemudian wadah olahraga, ekonomi kreatif, seni, ini harus diperlihatkan. Sehingga anak-anak muda ini punya pelampiasan untuk hal-hal yang lebih positif," tutupnya.

(*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved