Harisson Akui Harga Beras Premium dan Bawang Merah di Kalbar Cenderung Mengalami Kenaikan

Sedangkan untuk Bansos, dikatakan Harisson saat ini distop dahulu sampai pemilu, dan akan dilanjutkan kembali setelah pesta demokrasi selesai.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Pj Gubernur Harisson saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) mingguan terkait Pengendalian Inflasi yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, melalui zoom meeting di Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalbar, Senin 12 Februari 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penjabat Gubernur Kalimantan Barat Hariason, menjelaskan bahwa ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga di wilayah Kalimantan Barat seperti harga beras premium dan bawang merah.

Hal itu disampaikannya, usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) mingguan terkait Pengendalian Inflasi yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, melalui zoom meeting di Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalbar, Senin 12 Februari 2024.

"Kita akan melakukan sidak ke distributor - distributor agar jangan sampai mereka melakukan penumpukan - penumpukan bahan pokok di gudangnya," ujarnya Harisson.

Berdasarkan pantauan para kontributor pemantauan harga barang kebutuhan pokok Kabupaten Kota di pasar hari ini berdasarkan yang disampaikan Diaperindag Provinsi, bahwa beras premium berada di range harga Rp. 16.000 - Rp. 18.000.

Perkembangan harga beras premium rata-rata Provinsi Kalbar menunjukan kenaikan 0,17 persen dari minggu ke-1 Februari 2024 ke minggu ke-2 Februari 2024.

Baca juga: Harga Beras di Kota Pontianak Terus Naik Sebulan Terakhir, Pedagang : Kita yang Jual Aja Pusing

Akan tetapi, ketersediaan stok dipasar masih mencukupi dan belum ada tanda-tanda kelangkaan.

Selain sidak, Harisson juga mengatakan bahwa Pemprov Kalbar akan terus menggencarkan Gelar Pangan Murah.

“Operasi pasar akan tetap kita lakukan. Dengan sistem, kita (Pemerintah) mensubsidi harga bahan pokok. Sehingga bisa lebih murah dari harga pasar,” ujarnya.

Sedangkan untuk Bansos, dikatakan Harisson saat ini distop dahulu sampai pemilu, dan akan dilanjutkan kembali setelah pesta demokrasi selesai.

“Kalau bansos kita stop dulu karena menjelang pemilu, nanti setelah pemilu baru kita mulai lagi. Jadi memang polanya bansos ini untuk menolong masyarakat yang kesusahan mendapatkan Bahan Pokok, tapi kalau operasi pasar itu akan tetap kita lakukan dengan mensubsidi," terangnya.

Harisson berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan, harga bahan pokok di Kalimantan Barat dapat segera stabil dan masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah dan terjangkau.

Selain itu, PJ Gubernur Kalbar mengatakan bahwa dalam arahan yang disampaikan Mendagri meminta setiap Daerah diminta untuk terus menerus menjaga kestabilan harga agar harga bahan pokok di pasaran tidak naik.

"Memang adanya elnino dan faktor pengaruh lain mempengaruhi masa tanam atau mempengaruhi panen, jadi ada beberapa wilayah yang panennya malah gagal. Ini yang harus kita jaga terus ketersediaan stok bahan pokok ini," pungkasnya. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved