Waspada DBD

Korban Meninggal Akibat DBD di Sanggau Capai 16 Kasus, Masyarakat Diingatkan Berantas Sarang Nyamuk

Budi sapaan akrabnya menambahkan bahwa keberhasilan menekan sebaran DBD, tidak semata-mata terletak pada pemerintah saja, namun, yang sangat kongkrit

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Satgas KLB DBD Kabupaten Sanggau yang juga pelaksana tugas (Plt) Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau 7 Desember 2023, penderita demam berdarah dengue (DBD) bertambah menjadi 411 orang. Dari 411 orang itu, 16 orang diantaranya meninggal dunia.

Satgas KLB DBD Kabupaten Sanggau yang juga pelaksana tugas (Plt) Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan mengatakan bahwa pihaknya bersama unsur lainnya terus berupaya menekan angka DBD di Kabupaten Sanggau.

“Kondisi ini, tentunya menjadi perhatian kita bersama. Pemerintah, terus menggalakkan berbagai daya upaya untuk menekan kasus DBD ini,” katanya, Jumat 8 Desember 2023.

Budi sapaan akrabnya menambahkan bahwa keberhasilan menekan sebaran DBD, tidak semata-mata terletak pada pemerintah saja, namun, yang sangat kongkrit juga adalah kesadaran masyarakat dalam menerapkan 3M plus dalam kesehariannya.

Hingga Awal Desember 2023, Sebanyak 1.034 Warga Mempawah Terkena Kasus DBD

“Seperti menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas, hindari gigitan nyamuk. Nah, kesadaran ini yang perlu kita tumbuhkan,” ujarnya.

Selain itu juga, di lingkungan masyarakat pembersihan lingkungan dengan cara gotong royong juga sangat diperlukan.

"Jangan sampai membiarkan ada barang seperti kaleng botol, barang bekas tergenang air. Sehingga menjadi tempat bersarangnya nyamuk,” tuturnya.

Oleh karenanya, Budi mengimbau kepada masyarakat di Kabupaten Sanggau untuk peduli dengan kebersihan lingkungannya.

Lingkungan yang kotor, banyak genangan air, bisa menjadi pemicu nyamuk untuk bersarang dan berkembangbiak.

“Jadi kita imbau kepada masyarakat agar mempunyai kesadaran yang tinggi atas kebersihan lingkungan tempat tinggalnya, sehingga tidak ada ruang untuk nyamuk bersarang dan berkembangbiak. Jika sudah demikian, maka sebaran DBD di Kabupaten Sanggau bisa teratasi atau ditekan,” pungkasnya. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved