Karhutla di Kalbar

Hotspot di Kapuas Hulu Capai 158 Titik, Ini Penyebabnya

"Kita harapkan agar satgas terbentuk sampai ke tingkat desa-desa untuk memudahkan koordinasi nantinya, dan saat ini posko komando karhutla sudah terbe

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Humas Polsek Boyan Tanjung
Personel Polsek Boyan Tanjung Polres Kapuas Hulu laksanakan Ground Check titik hotspot Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di wilayah Kecamatan Boyan Tanjung Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu 22 Maret 2023 sore. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Berdasarkan data sementara dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, pada 1-27 Juli 2023, jumlah titik hotspot wilayah Kapuas Hulu mencapai 158 titik panas.

Terkait titik panas atau hotspot yang terjadi di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, jelas Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan menyatakan, untuk sementara masih dalam posisi menengah.

"Jadi faktornya adalah kalau sudah pada posisi tinggi pasti terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), dan biasa kalau menengah ada kejadian, tapi tidak lama misalnya ada orang membakar lahan sekala kecil lalu hotspot terbaca satelit," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Kamis 27 Juli 2023.

Diharapkan, kerjasama semua pemangku kepentingan terutama masyarakat yang akan membuka lahan dengan cara pembakaran terbatas, agar melapor sesuai dengan aturan yang ada, jika terjadi hal-hal diluar kendali agar secepatnya melapor ke BPBD untuk langkah selanjut agar tim bisa langsung turun ke TKP.

8 Tahun Melarikan Diri, Dugaan Pelaku Pembunuhan di Lampung Kabur Ketangkap di Kapuas Hulu

"Kita harapkan agar satgas terbentuk sampai ke tingkat desa-desa untuk memudahkan koordinasi nantinya, dan saat ini posko komando karhutla sudah terbentuk tempatnya di Kantor BPBD," ucapnya.

Tambah Gunawan, mengingat prediksi dan analis BMKG bahwa akan terjadi kemarau berada di Bulan Agustus dan September tahun 2023, dimana hal ini juga akibat pengaruh fenomena El nino.

Maka dari itu perlu dilakukan langkah-langkah terkait penanggulangan dari sisi regulasi, dimana sudah menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana kabut asap akibat Karhutla.

"Lalu kita bentuk tim komando satgas tingkat kabupaten dengan harapan satgas juga di bentuk ditingkat kecamatan dan desa banyak masukan yang disampaikan peserta pada saat rapat, dengan upaya sinergitas dan kolaborasi semua pemangku kepentingan," ujarnya

Dengan ini diharapkan, ke depan dampak Karhutla bisa diminimalisir, juga akan melakukan patroli dan pemadaman langsung, sehingga nantinya jika terjadi Karhutla yang tidak bisa di atasi oleh kecamatan dan desa. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved