Keren! Kostum Meriam Karbit dari Pontianak Tuai Decak Kagum Warga Makassar
Dua kostum tersebut dirancang sedemikian rupa untuk menggambarkan ikon khas Kota Pontianak.
Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Deni Slamet (24), desainer kostum Meriam Karbit dan Tugu Khatulistiwa menjelaskan makna masing-masing kostum rancangannya. Kostum berjudul 'Delegacy of Meriam Karbit' menggambarkan tentang permainan rakyat khas di Kota Pontianak berupa meriam karbit yang menjadi tradisi warga setiap menyambut bulan Ramadan dan Idulfitri.
"Kemudian kostum yang satu lagi berjudul Equator Van Borneo, yang melambangkan ikon Kota Pontianak berupa Tugu Khatulistiwa yang menjadi titik perlintasan garis Khatulistiwa," jelasnya.
Pengerjaan kedua kostum tersebut membutuhkan waktu selama 14 hari.
Deni Slamet mengungkap kesulitan yang dihadapi dalam pembuatannya adalah waktu yang begitu singkat.
Meski demikian, dengan bantuan seorang asistennya, Deni berhasil menuntaskan pekerjaannya.
"Bahan-bahan yang digunakan di antaranya besi sebagai rangka kostum, kemudian bahan lainnya seperti spons, kain dan bahan lainnya," terang Deni yang juga berprofesi sebagai guru.
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kota Pontianak Hari Ini Di sini
Meriam Karbit
rakernas
Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia
Apeksi
Makassar
Pontianak
Sulawesi Selatan
Edi Kamtono
Desa Arung Parak Sambas Libatkan Poktan Tanam Jagung 1 Hektar, Komit Dukung Ketahanan Pangan |
![]() |
---|
Polisi Alami Luka-luka saat Melakukan Pengamanan Aksi di Kantor DPRD Kalbar |
![]() |
---|
Polisi Amankan 14 Orang yang Diduga Anarkis Saat Melakukan Aksi di DPRD Kalbar |
![]() |
---|
Ketua BEM Polnep Syariful Hidayatullah Ceritakan Detik-Detik Tindakan Kekerasan yang Dialaminya |
![]() |
---|
Romansa Hati: Genovantry Pontianak Hadirkan Lagu Pop Rock Sarat Perjalanan Emosi Cinta dan Kerinduan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.